Agriculture
Terlindungi

Bandung Granola Potato Cultivation - 4

Kota Bandung, Jawa Barat
15% Bunga (p.a)
Rp 185.000.000
75% project threshold
dari Rp 437.000.000
252 dari 437 unit
Asuransi Pendanaan
Proyek ini sudah diasuransikan oleh TaniFund.
Perlindungan oleh: PasarPolis
Selengkapnya
Perhatian
Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh pendana. Mohon mempelajari risiko pendanaan sebelum mendanai.
Tenor
2 bulan
(05 October 2022 - 16 December 2022)
TF EKT
2 program berhasil
Status
In Progress
Unit Tersedia
252 dari 437 unit
Jangka Pengembalian
End Of Period
Nilai Per Unit
Rp 1.000.000
Asuransi Pendanaan
Proyek ini sudah diasuransikan oleh TaniFund.
Perlindungan oleh: PasarPolis
Selengkapnya
Perhatian
Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh pendana. Mohon mempelajari risiko pendanaan sebelum mendanai.
Jaminan proyek berjalan apabila dana terkumpul melebihi 75% dari target pendanaan
Rincian feasibility study, timetable, dan proyeksi laporan keuangan telah dirangkum dalam file prospektus yang dapat Anda download berikut ini.

Recognizing Potato

Sejak dulu kentang telah menjadi komoditas sektor pertanian hortikultura populer di Indonesia. Varietas kentang yang umum ditanam adalah kentang granola, atlantis, cipanas dan segunung. Salah satu yang paling populer adalah kentang granola yang memiliki ciri khusus berbentuk lonjong dan berdaging kuning, berbeda dengan kentang atlantik yang lebih pucat dan berbentuk bulat. Kentang granola termasuk jenis tanaman berumur pendek (dapat dipanen setelah berumur 90-180 hari) dan memiliki ketahanan terhadap penyakit tanaman, seperti busuk daun dan layu bakteri. Tak heran jika varietas kentang granola ini diminati banyak petani lokal

Cultivation Prospects

Dari berbagai varietas yang ada, kentang granola memiliki permintaan pasar paling tinggi. Permintaan tinggi komoditas kentang juga dibarengi dengan tren harga positif tiap tahunnya. Sehingga peluang budidaya dapat berbuah manis bagi para petani. Namun yang sangat disayangkan, kentang granola memiliki nilai produktivitas yang rendah, yaitu sekitar 17-20 ton/ha per tahun. Karena itu TaniFund melalui projek pembudidayaan ini mengajak Anda untuk mendukung petani Indonesia dalam mengoptimalkan varietas kentang granola.

Cultivation Risk

Di samping permintaannya yang tinggi, membudidayakan kentang granola tidak cukup mudah. Sangat penting bagi petani untuk memiliki pengalaman dan perhatian yang ekstra. Apalagi akses bibit bersertifikat seringkali dirasa terlalu mahal. Padahal penggunaan bibit kentang unggul bersertifikat diperlukan, karena memiliki ketahanan terhadap hama dan penyakit. TaniFund berusaha memfasilitasi hal tersebut untuk membantu para petani Indonesia sehingga sebagian besar masalah budidaya kentang granola dapat teratasi.

EKT Farmers Group

Kelompok Tani EKT adalah pelaku budidaya yang memiliki keahlian dan pengetahuan mendalam di bidang pertanian terutama budidaya kentang. Kelompok tani beranggotakan 3 orang yang sudah berpengalaman selama 4 tahun dalam budidaya kentang granola. Kentang hasil budidaya Kelompok Tani EKT digemari karena memiliki kualitas yang baik dan harga yang bersaing. Kedua hal tersebut didapatkan dari penerapan ilmu budidaya kentang yang tepat guna dan komitmen untuk menghasilkan kentang berkualitas dan sesuai dengan kriteria pasar. Rekam jejak yang baik didukung besarnya permintaan pasar untuk kentang granola berkualitas membuat TaniFund terdorong menjalin kerjasama dengan Kelompok Tani EKT.