Tahukah Anda, apa penyebab wirausaha mengalami kegagalan dalam menjalankan usaha? Ada banyak faktor yang terjadi salah satu kelalaian adalah kurangnya konsistensi. Gagal memang menjadi satu situasi yang sangat umum terjadi dalam bisnis, sehingga sekalipun gagal ini tentu bukanlah hal yang patut ditakuti. Hanya saja, menyikapinya Anda perlu melakukan persiapan yang matang agar saat adanya tantangan Anda dapat mengambil keputusan yang tepat. 

Tentu saja ada berbagai langkah yang dapat diupayakan untuk meminimalisir kegagalan dalam berwirausaha. Biasakan sebelum menerapkan suatu rencana, Anda sebaiknya terlebih dahulu mengenali beberapa hal yang kemungkinan besar bisa menghambat bisnis Anda berjalan. Sehingga, ketika menghadapi tantangan tersebut Anda sudah mempersiapkan strategi. 

Menerapkan pepatah “sedia payung sebelum hujan”, Anda sejak awal tentu perlu mempersiapkan dan memperbaiki faktor-faktor pemicunya. Jangan lupa juga untuk memotivasi diri dan lingkungan sekitar. Sebab, motivasi yang tepat dapat membantu Anda menjadi seorang wirausaha yang bijak. Lantas, apa saja penyebab kegagalan dalam berwirausaha?

Faktor-Faktor Pengaruh Gagalnya Wirausaha

Berikut TaniFund merangkum lebih dari 10 faktor apa penyebab wirausaha mengalami kegagalan dalam menjalankan usaha.  Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

1. Visi dan Misi Tidak Jelas

Visi dan misi adalah hal yang paling sering kita dengar dalam berbagai kegiatan, baik itu organisasi maupun bisnis. Namun, seringkali hal ini tidak dianggap menjadi hal yang fundamental oleh para pebisnis. Sedangkan, visi dan misi itu sendiri sangatlah penting dalam bisnis untuk mengkomunikasikan nilai hingga solusi kepada pasar Anda. 

Visi misi juga membantu Anda untuk tetap melangkah di arah dan strategi yang tepat. Dengan begitu, semua keputusan bisnis yang Anda buat akan berbanding lurus dengan visi misi tersebut. Jika tidak menentukan visi dan misi yang jelus tentu saja akan banyak waktu yang terbuang. 

2. Kemampuan Manajerial yang Minim

Faktor lain dalam kegagalan wirausaha adalah kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki pelaku usaha itu sendiri. Kapabilitas seorang wiraswasta yang minim terkait pengelolaan usaha bisa saja menghambat potensi perolehan kesuksesan. Khususnya dalam mengelola modal dengan apik untuk melakukan pemetaan kebutuhan yang diperlukan saat membangun bisnis. 

Minimnya pengetahuan manajerial tentu dapat menghambat produktivitas dari para pekerja. Hal ini dikarenakan Anda tidak dapat menentukan skala prioritas yang tepat. Skill ini tentu saja didapatkan melalui proses dan pengalaman. Sehingga, menghindari masalah tentu bukan solusi, hanya saja seorang wirausaha yang handal sekalipun pemula adalah mereka yang mampu melihat prioritas dan memutuskan strategi sesuai untuk memecahkan masalah.  

3. Pengalaman dan Riset

Seorang wiraswasta yang kurang berpengalaman berpotensi menghadapi rintangan di sana-sini. Namun jangan bersedih, tetap belajar mengasah kemampuan. Untuk menjadi seorang wirausaha yang sukses di dalam bidangnya tentu diperlukan beberapa waktu untuk gagal agar Anda dapat memahami pola dari bisnis yang dikembangkan. 

Hal yang menarik dalam menjalankan bisnis adalah tidak ada sesuatu yang terlalu baru kecuali teknologi. Sekalipun teknologi selalu baru, Anda sebagai wirausaha tentu pasti menyadari bahwa ada pola yang tetap terulang sama. Anda hanya perlu berinovasi dan menciptakan sesuatu sebagai solusi. Jadi, Sahabat Tani jangan ragu untuk melangkah dan gagal. Hal terpenting adalah tidak mengulangi kegagalan yang sama di masa depan. 

Contoh kemampuan yang wajib dimiliki adalah riset dan kemampuan menganalisa pasar hingga menciptakan branding hingga memasarkan. Ketiga hal ini tentu seringkali disepelekan, hal ini tentu menjadi kunci yang kuat untuk memajukan bisnis Anda. Strategi yang terbaik adalah tentu menciptakan produk yang sudah memiliki pasar. Dimana ini berarti ada kebutuhan dan keperluan yang wajib dipenuhi. Sehingga, Anda jelas menghadirkan produk atau usaha untuk memberi solusi. Hingga menggunakan peluang untuk berkompetisi dalam pasar. 

4. Pengendalian Keuangan Kurang Terlatih

Faktor yang mempengaruhi kegagalan wirausaha lainnya ialah pengendalian keuangan yang kurang. Sebagai seorang wiraswasta, Anda harus dapat mengendalikan keuangan. Jika tidak, usaha Anda berpotensi jatuh ke dalam jurang kehancuran. Maka dari itu, sebelum memulai usaha penting untuk memperhatikan keuangan dan prospek perkembangan bisnis. 

Dengan kecermatan tentang cash flow, ketelitian, serta pemahaman dalam mengelompokkan dana usaha dengan dana pribadi, kerugian yang berpotensi terjadi dalam berwirausaha dapat diminimalisir. Sering kali banyak pengusaha atau wirausaha terlilit dengan hutang dan bunga yang tinggi. Sehingga, hal ini sudah pasti sangat berisiko untuk memajukan usaha Anda. 

Jadi, ada baiknya untuk mengenali jenis pinjaman modal usaha atau pendanaan apa yang Anda hendak digunakan, ini biasanya akan menimbulkan kredit macet jika Anda tidak bisa melunasinya. Untuk itu berhati-hatilah melakukan pinjaman. Khusus bisnis UMKM, Pertanian  dalam sektor pangan, TaniFund dapat memberikan pinjaman modal usaha untuk Anda yang hendak berbisnis dalam sektor pangan dan agrikultur.

5. Berbisnis dengan Modal Hutang Tanpa Perhitungan 

Hal yang kurang bijak untuk dilakukan adalah memulai bisnis dengan modal dari Anda berhutang. Jadi ada baiknya jika Anda memulai dengan modal yang Anda atau sembari mengumpulkan modal dan tim. Atau anda bisa saja memulai dengan pinjaman, namun Anda harus memikirkan berapa lama Anda dapat mencapai break even point. Juga berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk melunasi pendanaan yang Anda terima. Hingga seperti apa kesepakatan yang disepakati sejak awal terkait bunga, tenor pembayaran hingga jaminan. Jangan lupa melakukan perjanjian yang sah di atas kertas.  

6. Tempat atau Lokasi yang Tidak Strategis

Lokasi yang kurang tepat dapat menjadi salah satu faktor gagalnya wirausaha yang sedang Anda jalankan. Sebab, lokasi itu juga mendukung implementasi dan kelanjutan usaha di masa depan. Sebagai contoh, lokasi yang jauh dari pemukiman atau pusat kota dan fasilitas umum. 

Kedengarannya saja, sudah tampak kuno dan tak mendukung perkembangan. Oleh sebab itu, pilihlah lokasi yang tepat dengan mencoba mengambil daerah yang dekat dengan pasar atau fasilitas umum. Dengan begitu, usaha Anda akan berkembang meski perlahan. 

Hal yang terpenting adalah lokasi yang dapat diakses oleh umum terlebih kendaraan. Tidak harus selalu strategis, karena tentu saja Anda tetap realistis untuk mempertimbangkan harga sewa. Untuk itu, perhatikan saja akses jalan yang ada, karena setidaknya Anda dapat memaksimalkan lokasi Anda melalui penggunaan Google Maps dan proses digital branding.

7. Pengawasan Peralatan dan Aset Bisnis Tak Maksimal

Faktor penyebab gagalnya wirausaha yaitu kurangnya pengawasan peralatan dan aset bisnis yang tidak maksimal. Oleh sebab itu, pengawasan mempunyai hubungan yang amat erat dengan efektivitas dan efisiensi usaha. Pengawasan aset dan peralatan yang minim akan berdampak pada penggunaan yang kurang tepat. 

Aset bisnis yang tidak maksimal tentu akan membuat target audiens ragu. Misalnya, saat awal memulai memasarkan bisnis pastikan Anda menimbulkan kesan first impression yang menarik. Hal ini bisa Anda dapatkan dari pelayanan atau kondisi tempat yang nyaman. Misalnya, Anda bergerak dalam bisnis makanan, maka hal yang patut Anda perhatikan tentu kualitas rasa, kenyamanan hingga harga yang tepat. Dengan demikian kedepannya Anda tentu bisa memiliki customer yang loyal. 

8. Terlalu Fokus pada Harga & Keuntungan 

Apa penyebab wirausaha mengalami kegagalan dalam menjalankan usaha salah satunya adalah Anda terlalu fokus mengejar keuntungan dan mengabaikan kebutuhan konsumen. Seringkali harga suatu produk tidak bersahabat dengan target audiens yang ditetapkan. 

Hal yang penting untuk diterapkan dari sisi produk adalah memilih untuk tidak berperang dengan kompetitor melalui harga. Peperangan harga tentu tidaklah diinginkan oleh sesama pemilik bisnis sejenis, justru Anda harusnya berkolaborasi untuk dapat melengkapi unique selling point yang bisnis Anda belum miliki. Sehingga ekosistem usaha setempat dapat berjalan kondusif. 

Selalu berusaha fokus untuk melihat nilai, jasa hingga servis apa yang kita bisa berikan. Karena dengan demikian bisnis yang Anda jalani memiliki fungsi yang jelas. Saat memiliki fungsi yang jelas, tentu dengan sendirinya audiens akan menilai dan menyesuaikannya dengan preferensi dan kebutuhan mereka melalui pengalaman mereka. 

9. Terburu-buru 

Memulai bisnis tidak hanya melihat potensial peluang yang ada saja, namun Anda juga harus lihai dalam mempersiapkannya. Jika terlalu terburu-buru tanpa mempertimbangkan kegagalan yang bisa terjadi, kemungkinan besar Anda akan merugi. Untuk itu Anda wajib memikirkan cash flow terlebih sumber pendanaan hingga sumber daya manusia saat menjalankan bisnis.

Sehingga ketika semua terpenuhi meskipun tidak sempurna, seiring berjalannya waktu Anda masih dapat melengkapi dan memperbaiki kekurangan yang ada. Ingat Anda dapat menjadi seorang yang fleksibel dan inovatif, namun secara bersamaan Anda wajib menganalisa situasi dan mempertimbangkan kesanggupan aset Anda saat hendak menjalankannya.  

10. Mengabaikan Teknologi 

Mengabaikan teknologi dan perkembangan pemasaran secara digital sama saja dengan membiarkan diri Anda terlibat dalam keterbelakangan dalam era saat ini. Untuk mampu berkompetisi dengan para pengusaha dalam pasar, Anda harus mampu mengoptimalkan penggunaan digital marketing Anda. Terlepas dari apapun jenis usaha atau bisnis Anda, visibilitas bisnis secara online sangatlah penting untuk dioptimasi. 

Mulai dari nama bisnis, lokasi hingga penjelasan seputar bisnis Anda. Tentu saja pengadaan informasi seperti ini penting, Anda dapat memilih media sosial apa yang memiliki banyak peluang untuk mempertemukan Anda dengan target audiens Anda. Ingat kelihatannya sederhana, namun hal ini sangat penting dalam memajukan bisnis Anda, terlebih khusus jika memiliki offline store. 

11. Lupa Bertanya & Mengasah Diri

Bisnis tidak hanya bicara seputar pengalaman,  perencanaan, pendanaan hingga eksekusi. Namun, bisnis juga berbicara tentang evaluasi diri, nilai dan dampak untuk target pasar dan sekitar. Saat merasa bisnis sudah berkembang, seringkali Anda lupa untuk bertanya kepada diri sendiri apakah benar ini visi dan misi yang ingin Anda raih. Apakah bisnis Anda sudah berdampak dan hal apa yang perlu diperbaharui atau diperbaiki dari diri ataupun tim secara keseluruhan.

Untuk itu selalu adakan evaluasi diri dan ajang untuk mengapresiasi kinerja tim secara keseluruhan. Bisnis tidak hanya berbicara soal sukses dan keuntungan. Namun, juga berbicara soal hubungan dan cara Anda menghargai seseorang dengan waktunya.

Mulai Berbisnis, Ajukan Pinjaman Modal Usaha di TaniFund! 

Apakah Anda generasi milenial yang sedang membaca artikel ini? Jika ya, sudahkah Anda memulai bisnis? Ingat untuk memulai sebelum Anda benar-benar siap adalah kunci eksekusi yang tepat saat hendak memulai bisnis. Namun tetap jangan lupakan perencanaan dan pendanaan juga, ya! Jika saat ini Anda sedang dalam proses pencarian modal usaha dan sudah memiliki perencanaan yang matang terkait bisnis, silahkan daftarkan bisnis Anda sekarang di Pinjaman modal usaha

Dapatkan akses pendanaan berupa modal usaha hingga Rp 2 milyar rupiah untuk pengembangan bisnis Anda ke depan. Bersama TaniFund, Anda dapat menerima modal dengan bunga yang menarik dan keamanan yang menjamin kelanjutan usaha UMKM, pangan ataupun pertanian Anda. TaniFund sudah bekerjasama dan mengembangkan lebih dari 3000 pengusaha UMKM dan pertanian dan telah terdaftar di OJK per tanggal 12 Agustus 2021 dengan surat tanda berizin KEP-64/D.05/2021. Tunggu apalagi? Mulai ajukan bisnis Anda sekarang atau lakukan pendanaan proyek budidaya mitra TaniFund mulai dari Rp 100 ribu!

Baca juga: 9 Usaha Sampingan Karyawan Demi Cuan Tambahan