{:id}

Jakarta, 2 Agustus 2018 – Tani Group (TaniHub & TaniFund) mengumumkan kerja sama dengan International Finance Corporation (IFC) untuk mendukung pertanian Indonesia. Dengan kerja sama ini, TaniGroup akan mendapatkan bantuan teknis guna memperluas layanan e-commerce dan FinTech (teknologi finansial) di bidang agrikultur.

Kerja sama ini merupakan kolaborasi pertama yang dilakukan IFC dengan perusahaan rintisan (startup) Indonesia.

IFC sendiri adalah lembaga keuangan internasional yang didirikan sebagai anggota World Bank Group (Grup Bank Dunia) dengan tujuan membantu pembiayaan pembangunan negara-negara anggota yang masih berkembang, melalui pemberian pinjaman atau permodalan, dan bantuan teknis pada sektor swasta.

Dengan visi dan misi yang sejalan, Tani Group dan IFC sepakat untuk mendorong inklusi keuangan dan meningkatkan dampak sosial — yaitu peningkatan pendapatan petani gurem serta keterlibatan wanita — di bidang pertanian.

Dalam sambutannya di acara Forum Inklusi Keuangan FinTech Indonesia di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Chief Executive Officer (CEO) IFC, Philippe Le Houerou, mengapresiasi misi Tani Group. “Tanihub memungkinkan para petani meningkatkan pendapatannya, dengan menjual hasil pertaniannya tanpa melalui tengkulak,” ujar Philippe pada Selasa, 31 Juli 2018. “Ini adalah model yang kita harap dapat menginsipirasi Indonesia untuk berbuat lebih di dunia Fintech.”

Eka Pamitra, President dan Co-Founder Tani Group, yang juga hadir dalam forum mengatakan, “Kami yakin layanan Tani Group akan berkembang pesat dengan bantuan IFC sebab mereka (IFC) sudah memiliki banyak pengalaman memberikan advisory kepada beberapa agribisnis besar baik yang di dalam negeri maupun luar negeri.”

Eka menambahkan bahwa IFC akan membantu mengimplementasikan best practices yang sudah terbukti secara global ke dalam proses bisnis Tani Group sehingga Tani Group dapat beroperasi lebih baik, efisien, dan yang paling utama, memiliki dampak sosial yang besar bagi masyarakat.

Kerja sama Tani Group dan IFC akan dilakukan dalam bentuk bantuan teknis (advisory) selama 2 tahun berupa penyempurnaan standar prosedur operasional (SOP), efisiensi rantai distribusi, serta pembuatan beberapa tools untuk mengidentifikasi potensi daerah dan melakukan scoring bagi calon mitra petani maupun UMKM yang menjadi rekan Tani Group.

Tentang Tani Group:

Tani Group adalah sebuah perusahaan rintisan (startup) yang bergerak di bidang teknologi agrikultur. Tani Group terdiri dari dua lini bisnis, yaitu TaniHub dan TaniFund. TaniHub adalah sebuah business-to-businees e-commerce untuk hasil pertanian, peternakan, dan perikanan, sedangkan TaniFund adalah sebuah wadah crowdfunding untuk program, budidaya agrikultur. Sejak berdiri di tahun pertengahan 2016, TaniHub sudah berhasil membantu memasarkan berbagai hasil produksi pertanian baik ke dalam maupun ke luar negeri. Sementara itu, sejak didirikan pada 2017, TaniFund 2017 telah menyalurkan lebih dari Rp 20 Miliyar ke 34 proyek online & offline.

{:}{:en}Jakarta, August 2 2018 – Tani Group (TaniHub & TaniFund) announces a partnership with the International Finance Corporation (IFC) to support Indonesian agriculture. With this cooperation, Tani Group will receive technical assistance to expand e-commerce and FinTech (financial technology) in agriculture.

This collaboration is the first collaboration carried out by IFC with an Indonesian startup.

IFC itself is an international financial institution that was established as a member of the World Bank Group (along with World Bank) with the aim of assisting the financing of development of member developing countries through the provision of loans or investments and technical assistance to the private sector.

With align vision and mission, Tani Group and IFC agreed to encourage financial inclusion and better social impacts – by increasing smallholders’ income and the role of women – in agriculture.

In his remarks at the FinTech Indonesia Financial Inclusion Forum at Dharmawangsa Hotel, South Jakarta, IFC’s Chief Executive Officer (CEO), Philippe Le Houerou, appreciated the Tani Group’s mission. “Tanihub allows farmers to increase their income, by selling agricultural products without going through the middlemen,” Philippe said on Tuesday, July 31, 2018. “This is a model that we hope can inspire Indonesia to do more in the world of Fintech.”

Eka Pamitra, President and Co-Founder of the Tani Group, who was also present at the same forum stated, “We believe Tani Group services will grow rapidly with the help of IFC because they (IFC) already have a lot of experience in providing advisory to several large agribusinesses, both domestic and overseas.”

Eka added that IFC will help implement the globally proven best practices into Tani Group’s business processes, so that Tani Group can operate better, more efficient, and, most importantly, create a bigger social impact on the community.

Tani Group and IFC cooperation will be conducted in the form of technical assistance (advisory) for 2 years in the form of standardization of operational procedures (SOP), improvement in distribution chain efficiency, and the creation of several tools to identify potential areas and scoring/assessment for prospective partners of farmers and MSMEs who will become Tani Group partners.

About Tani Group:

Tani Group is a startup company engaged in agricultural technology. Tani Group consists of two business lines, namely TaniHub and TaniFund. TaniHub is a business-to-businees e-commerce for agricultural, livestock, and fishery products, while TaniFund is a crowdfunding for agricultural cultivation program. Since its establishment in mid-2016, TaniHub has succeeded in helping market various agricultural products both inside and outside the country. Meanwhile, since its establishment in 2017, TaniFund 2017 has channeled more than IDR 20 billion to 34 online & offline projects.
{:}