Tanaman hidroponik adalah salah satu inovasi dari cara bercocok tanam dengan menggunakan tanah. Cara menanam hidroponik menurut beberapa pakar agronomis MDPI menyatakan ternyata lebih banyak memberikan nutrisi pada tumbuhan. Hal ini dikarenakan kandungan hara justru lebih cepat tertransfer menuju ke akar. 

Menanam tanaman hidroponik saat ini pun semakin banyak dilirik oleh para pelaku bisnis maupun para ibu rumah tangga yang ingin mengisi waktu luangnya dengan kegiatan yang produktif. Tak hanya untuk mengisi waktu, metode hidroponik yang satu ini juga dapat memaksimalkan fungsi lahan yang Anda miliki. Selain mempercantik ruangan, Anda juga bisa mendapatkan ruangan dengan sirkulasi yang lebih segar.

Jangankan di kota-kota besar, dilingkup sentra pertanian alih fungsi lahan menjadi pemukiman sudah tidak dapat terelakkan lagi. Sehingga, sistem menanam hidroponik menjadi pilihan yang paling tepat untuk model usaha pertanian saat ini. Nah, untuk Anda yang masih belum memahami apa itu tanaman atau metode hidroponik, langsung saja simak ulasan berikut ini!

Apa Itu Tanaman Hidroponik? 

Hidroponik berasal dari kata Yunani, yang terdiri dari dua kata yaitu hidro dan ponos. Hudor artinya air, sedangkan ponos artinya kerja atau daya. Secara harfiah hidroponik artinya memberdayakan air. 

Menurut Wulansari (2015), hidroponik adalah sistem budidaya yang mengandalkan air atau bercocok tanam tanpa tanah. Pada dasarnya bertanam secara hidroponik mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan bertanam dengan media lainnya. Selain itu, teknik ini juga bisa dilakukan di lahan yang terbatas dan lebih ramah lingkungan dengan hasil tanaman yang unggul secara nutrisi.  

Manfaat Menanam Tanaman Hidroponik

Mengapa harus menanam tanaman hidroponik? Menurut artikel dan penelitian yang dikemukakan oleh Vhydroponis menyatakan bahwa tanaman hidroponik ini salah satu cara menanam paling efisien. Berikut adalah beberapa alasan mengapa kita harus menanam tanaman hidroponik: 

1. Menghemat Air

Meskipun menanam menggunakan air, namun tanaman hidroponik justru menjaga agar penduduk semakin hemat dalam menggunakan air. Menurut WHO di tahun 2025 bumi akan mulai kekurangan air, sehingga sudah sewajibnya mulai dari saat ini kita wajib memperhatikan penggunaan air dengan bijak. 

2. Tanaman Lebih Berkualitas 

Tentu saja lebih berkualitas, karena tanaman terjauhkan dari unsur-unsur hara yang kemungkinan sudah tercampur dengan bahan kimia. Efisiensi menanam justru lebih tinggi karena tanaman hanya menggunakan sumber air yang ada dan terus mendaur ulangnya. 

Hal ini membuat metabolisme ketahanan semakin aktif dan membuat tanaman tumbuh sehat. Juga tanaman tidak perlu disiram, karena sistem hidroponik tentu mengalirkan air secara otomatis.

3. PH Terkontrol

Jika pada tanaman biasa, Anda harus menambahkan takaran pupuk agar berhasil menumbuhkan keasaman sehingga tanaman dapat tumbuh dan menyerap nutrisi. Namun pada tanaman hidroponik untuk membuatnya netral, Anda hanya perlu menambahkan cairan PH dan mengontrol suhu. Pastikan tidak terlalu kering atau lembab. 

Keuntungan & Kekurangan Tanaman Hidroponik

Tahukah Anda? Tanaman hidroponik memiliki segudang manfaat dan keuntungan lho! Tak hanya dari segi efisiensi, namun juga harga jualnya. Maka tak heran ya jika tanaman yang satu ini banyak dibudidayakan.

Dilansir dari Jurnal Universitas Tulungagung Bonorowo (2014) mengenai pemanfaatan lahan dengan menggunakan sistem hidroponik, terdapat beberapa keuntungan budidaya tanaman hidroponik, yaitu:

  1. Jaminan keberhasilan tanaman tumbuh dan berproduksi dengan maksimal. 
  2. Perawatan lebih praktis dan serangan hama bisa terkontrol dengan baik. 
  3. Penggunaan pupuk lebih efisien. 
  4. Tanaman yang mati lebih mudah diganti.
  5. Metode kerja lebih hemat dan memiliki standar tersendiri. 
  6. Pertumbuhan tanaman lebih cepat dengan mutu yang terjamin.
  7. Produktivitas tanaman lebih baik. 
  8. Harga jual tanaman hidroponik lebih tinggi daripada tanaman non-hidroponik. 
  9. Untuk beberapa tanaman bisa dibudidayakan di luar musim. 
  10. Terhindar dari risiko bencana alam dan tidak ketergantungan terhadap kondisi alam.

Disamping banyaknya keuntungan yang ditawarkan oleh tanaman hidroponik, ada juga kelemahannya yang harus Anda tahu. Berikut ini contohnya:

  1. Investasi awal yang cukup mahal.
  2. Memerlukan keterampilan khusus untuk menimbang dan meramu bahan kimia.
  3. Ketersediaan dan pemeliharaan perangkat hidroponik yang cukup sulit.

Jenis-Jenis Tanaman Hidroponik yang Cocok Untuk Hidroponik

Gimana? Setelah dipikirkan ternyata menanam tanaman secara hidroponik justru lebih banyak untung dibandingkan ruginya, bukan? Uniknya, jika Anda mampu menghasilkan hasil panen yang berkualitas, ini tentu akan membuat kesehatan Anda semakin terjaga. 

Selain itu, Anda dapat mencoba untuk menjalankan bisnis hidroponik. Namun, ada beberapa hal juga yang perlu diperhatikan saat menanam, karena tidak semua tanaman memiliki kebutuhan dan perlakuan menanam yang sama. Yuk, simak selengkapnya jenis-jenis tanaman di bawah ini!

1. Paprika

Paprika adalah salah satu tanaman yang dapat dikategorikan menjadi buah, namun fungsi secara umumnya adalah sebagai salah satu pelengkap rasa pada hidangan. Tanaman paprika merupakan tanaman yang memiliki nama latin Capsicum annuum L. Tanaman ini banyak tumbuh di kawasan yang bersuhu rendah seperti di Eropa dan Amerika. Ada paprika merah, paprika hijau, paprika oranye, paprika kuning, dan paprika ungu. 

Tanaman yang satu ini juga termasuk ke dalam varietas cabai lho. Namun untuk rasanya sendiri memang tidak sepedas cabai ya. Bahkan paprika seringkali disebut dengan cabai manis, karena rasanya yang sedikit manis dan bukan pedas seperti cabai. Paprika sering dijadikan salah satu bahan pembuatan cabai dan hidangan dari Mexico. 

Untuk menanam buah ini secara hidroponik, Anda perlu menyiapkan wadah tanaman hidroponik untuk menyemai seperti sekam bakar, rockwool sebagai media tanam. Keunggulannya adalah daya tampung dan kerapatan rockwool dapat membuat air bertahan lebih lama. Sehingga, tanaman tidak mudah mati. 

Pastikan untuk melakukan perendaman bibit dengan air hangat suam-suam kuku selama 30 menit. Isilah dengan sekam bakar kemudian letakkan benih di atas sekam tersebut. Simpan dan letakkan tanaman ini dengan suhu optimal 20-25ºC tutup dengan plastik mulsa. 

Anda hanya perlu menunggu hingga 7 hari untuk menunggu paprika mulai berkecambah untuk memindahkannya ke daerah yang memiliki sinar matahari yang cukup. Jika di kemudian hari Anda mendapati bibit sudah memiliki kotiledon. Maka, pindahkan kotiledon yang telah tumbuh ke polybag ukuran 15x15cm. pastikan polyback sudah diberi nutrisi AB-Mix, EC 1,5 MS/cm dengan pH 5,5. 

Mulai lakukan penyiraman selama 1-2 kali sehari. Setelah bibit siap, Anda bisa menanam dengan hidroponik. Sistem penanaman yang dapat Anda pilih bisa NFT, DFT fertigasi hingga sistem dutch bucket. Pastikan Anda menjaga suhu dan kelembaban udara, agar tanaman tidak layu. 

2. Daun Bawang 

Daun bawang adalah salah satu bahan sekaligus bumbu makanan yang membuat tampilan dan rasa dari hidangan lezat. Nah, supaya lebih praktis, hemat, dan semakin higienis, Anda bisa lho menanam daun bawang di pekarangan rumah. Caranya mudah, pilihlah wadah gelas bening untuk dijadikan media tanam. Selanjutnya, sediakan air jernih, kerikil hingga pasir untuk keperluan media tanam. 

Bibit daun bawang bisa Anda dapatkan dari akar daun bawang yang ditemukan saat membelinya di pasar. Lihat daun bawang yang memiliki akar masih utuh, lalu segera siram dengan air. Kira-kira Anda bisa membeli 2 ikat lalu potong seluruh daun. Samakan panjang, lalu masukkan tangkai yang tersisa ke dalam wadah. 

Agar tanaman nantinya subur meskipun menanamnya dalam air, Anda juga harus memberikan nutrisi ke dalam wadah tersebut. Pilihlah pupuk organik cair dan gunakan ZPT Auxin untuk merangsang pertumbuhan tanaman agar semakin cepat berkembang. Tuangkan 1 cc ZPT Auxin dan 2-5 cc pupuk organik cair. Aduk perlahan dan pastikan pasir tidak menyebar. Selanjutnya pindahkan bibit daun bawang. 

Pindahkan daun bawang ke arah yang terkena paparan sinar matahari. Jika Anda menanamnya pada gelas yang kecil sebagai sarana estetika, maka bisa meletakkannya dekat cahaya. Namun, jika meletakkannya dalam ruangan, gunakan lampu agar daun bawang dapat terkena paparan cahaya. 

Tunggu hingga 1 bulan, maka Anda dapat melihat tumbuh kembang daun bawang. Menarik dan mudah sekali bukan? Jika, Anda berniat untuk memindahkannya pada skala yang lebih besar, maka lakukan hal yang sama dengan wadah yang lebih besar. 

3. Kangkung

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan tanaman yang satu ini kan? Kangkung merupakan salah satu tanaman hidroponik rumahan yang banyak dibudidayakan. Hal ini karena perawatannya yang terbilang cukup mudah. Kangkung juga tergolong menjadi sayuran yang populer dalam masyarakat Indonesia. Selain karena ada berbagai cara memasaknya yang unik, kangkung juga kaya akan serat dengan 2,0 gram/100 gram kangkung. 

Untuk menanam kangkung secara hidroponik, Anda hanya perlu memberikan nutrisi yang cukup agar kangkung bisa tumbuh dengan baik. Kangkung juga bisa dipanen dalam waktu yang relatif singkat. Di umur tanam 4 minggu saja, kangkung sudah tampak besar dan siap untuk dipanen. 

Keunggulan lainnya dari tanaman ini yaitu bisa dipanen berulang kali. Jadi saat Anda memanen kangkung, cukup potong bagian atasnya tanpa membuang akar tanaman ini. Biarkan beberapa minggu lalu tanaman kangkung akan tumbuh kembali.  

Masukkan benih ke dalam baskom yang berisi air, taburkan benih dan biarkan benih selama 24 jam. Keesokan hari, Anda perlu membuang seluruh benih yang mengapung. Ini menandakan bahwa benih yang tidak berkecambah memiliki pertumbuhan yang lambat. 

Ambil bibit, bungkus dengan kain lalu siramkan air hangat suam kuku secukupnya. Pastikan seluruh kain basah agar kangkung dapat berkecambah. Selanjutnya siapkan wadah berisi air, lakukan pemupukan sebelum pemindahan kecambah. Berikan pupuk AB Mix, masukkan 5 mlm pupuk A dan 5 ml pupuk B, aduk campuran air. Ketinggian air ini wajib disesuaikan dengan keranjang yang berisi kecambah nantinya. Ingat tidak melebih, hanya menempel saja. 

Setelah semuanya siap, sesuaikan keranjang di atas wadah baskom yang berisi pupuk AB Mix, lalu tempatkan kecambah kangkung di atasnya. Kecambah kangkung yang Anda pilih adalah benih yang telah pecah. Selanjutnya, Anda hanya perlu melakukan perawatan. Jangan lupa untuk selalu melakukan penambahan nutrisi 7-9 ml untuk setiap liternya. Nah untuk panen sendiri, masa panen kangkung ini adalah 30 hari sejak tanaman padi sudah ditanam. 

4. Cabai

Tanaman cabai berasal dari Amerika, khususnya Colombia, Amerika Selatan, dan terus  menyebar ke Amerika Latin. Bukti budidaya cabai pertama kali ditemukan dalam tapak galian sejarah Peru dan sisaan biji yang telah berumur lebih dari 5000 tahun SM di dalam gua di Tehuacan, Meksiko.

Pembibitan adalah proses pertama dari cara menanam cabe hidroponik yang harus Anda lakukan. Ada dua jenis bibit cabai yang bisa Anda pilih yakni, bibit cabai lokal dan bibit cabai hibrida

Bibit cabai lokal tergolong lebih mudah dibudidayakan, karena jenis bibit ini telah terbukti mampu beradaptasi dengan lingkungan dan musim yang umumnya ada di Indonesia. Sementara, bibit cabai hibrida lebih sulit untuk ditanam. Namun, kualitas cabai yang dihasilkan oleh bibit ini jelas lebih unggul. 

Untuk mulai menanam cabai, Anda harus menggunakan bibit dari cabai tua yang dikeringkan. Dalam proses menyemainya, Anda harus menyediakan tempat seperti tray semai dan baki atau wadah untuk menadahkan sekam bakar yang dimasukkan ke dalam tray semai. 

Setelah semua siap, masukkan sekam bakar, cocopeat dan pasir dengan perbandingan 1:1:1. Cocopeat adalah hasil sampingan dari batok kelapa yang diekstraksi seratnya, ini didapatkan dari sabut kelapa yang dihaluskan. Kegunaannya untuk menahan sejumlah air seperti spons. Manfaat cocopeat ini dapat menjadi pengganti tanah yang fungsinya membuat penyerapan air lebih maksimal sehingga sirkulasi air dan udara tetap dapat bertahan lama pada wadah tray semai. 

Setelah mencampurkannya semua, Anda dapat melakukan penyiraman setiap hari dan selalu pastikan tanaman hidroponik cabai Anda terpapar dengan sinar matahari yang cukup. Setelah 7-10 hari kemudian Anda bisa memindahkan tanaman ke dalam wadah hidroponik untuk perawatan selanjutnya. Seperti biasa jangan lupa untuk melakukan pemupukan dengan teratur, ya!

5. Tomat

Tomat tentu saja menjadi buah yang digemari dan bahkan sangat diperlukan untuk menjadi salah satu bahan pelengkap makanan. Tomat ternyata mempunyai manfaat yang cukup banyak salah satunya untuk kesehatan terutama bagi jantung, pencegah kanker hingga diabetes. 

Bukan hanya kesehatan, namun tomat juga ikut mendukung kecantikan. Faktanya kandungan vitamin E dan C yang banyak pada tomat sangat berpotensi untuk meredakan inflamasi dan iritasi pada kulit.

Untuk menanam tomat secara hidroponik Anda perlu membeli bibit yang terjamin kualitasnya. Kemudian melakukan penyemaian, Anda dapat memulai langkah pertama yaitu memulai membeli bibit tomat berkualitas.

Sama seperti dengan beberapa tanaman lainnya, sebelum dipindahkan pada wadah hidroponik. Anda perlu menyemainya terlebih dahulu. Siapkan media tanam dengan bahan yang beiris cocopeat dan sekam bakar (1:1).  

Setelah tomat tumbuh sekitar 2 minggu atau daun sudah lebih dari 4, Anda bisa memindahkannya kepada wadah talang air plastik sepanjang 4 meter yang dipotong sesuai kebutuhan. Nantinya tomat akan bertumbuh dalam wadah ini hingga bisa dipanen. 

Beri tomat nutrisi dengan air nutrisi berkadar PPM 1400-3500 secara berkala. Pastikan tomat mengarah kepada sinar matahari agar nutrisi yang diterima cukup. Kemungkinan Anda dapat memanen tomat setelah tomat berusia 80-90 hari. 

6. Selada

Sebelum menanam selada, Anda perlu memastikan bahwa selada yang Anda akan tanam adalah bibit yang unggul. Lakukan persiapan awal mulai dari penyemaian. Sama seperti tumbuhan hidroponik lainnya, dimulai dari mengambil 30-40 bibit untuk disemai. 

Semai bibit dalam wadah berisi air, tunggu hingga 24 jam, kemudian setelah bibit pecah, ambil dan letakkan pada rockwool atau wadah tanaman lainnya. Tunggu sampai 10 hari untuk melihat perkembangan benih. 

Setelah itu Anda bisa memindahkan masing-masing rockwool ke dalam netpot, jika menggunakan sistem menanam wick. Jangan lupa memberi nutrisi AB Mix pada wadah sebanyak 1cc. Untuk perawatan, Anda bisa memperhatikan tanaman 2 hari sekali. Jika ternyata Anda mendapatkannya menguning, maka Anda perlu memotongnya. Nah untuk memanen selada, biasanya Anda membutuhkan 30-40 hari. 

Kembangkan, Pelajari & Mulai Bisnis Bersama TaniFund! 

Gimana? Sepertinya hampir semua pembahasan diatas memiliki pola yang sama bukan? Jika menanam dengan cara hidroponik, Anda sudah pasti akan melakukan penyemaian hingga pemindahan tanaman ke dalam media tanam hidroponik. 

Hal yang membuat cara menanam hidroponik ini menarik adalah Anda tidak perlu kesusahan untuk merapikan media bahkan hasil yang dihasilkan selalu optimal. Jika pemberian nutrisi dilakukan dengan seimbang dan mendapat cahaya matahari yang cukup. Menanam secara hidroponik tentu saja menjadi hal yang menguntungkan, apalagi jika Anda memiliki pekarangan yang cukup luas!

Nah, Sahabat Tani for your information nih dunia agrikultur adalah masa depan bagi semua manusia. Sektor pertanian Indonesia di mata luar negeri pun demikian menarik dan menguntungkan. Namun, dunia pertanian memang masih menjadi hal yang sering kali diabaikan bahkan disepelekan oleh banyak orang. Meskipun demikian, mengapa tidak memulai dari sekarang untuk mengembangkannya dan menjadi pionir perkembangan dan transformasi pertanian secara digital

Tenang! Anda tidak sendiri, karena TaniFund hadir untuk membantu Anda dari sisi pendanaan hingga memaksimalkan produktivitas keadaaan lapangan bersama para agronomis TaniFund. Cek selengkapnya dalam halaman Pendanaan usaha budidaya

Semua pendanaan lengkap dan terpercaya ada di TaniFund mulai dari pertanian hingga peternakan. Sudah waktunya untuk mendisrupsi dunia agrikultur dan mengembangkan usaha Anda!