Budidaya Kentang Atlantik dan Potensi Bisnisnya! 

budidaya-kentang-atlantik

Budidaya kentang atlantik memang menjadi salah satu bisnis budidaya yang potensial untuk dilakukan. Seiring menjamurnya restoran cepat saji di Indonesia, peluang agribisnis sektor kentang ini pun muncul menjawab kebutuhan pasar. Salah satu menu favorit yang hampir ada di setiap restoran cepat saji adalah kentang goreng (french fries).

Biasanya varietas digunakan untuk keperluan tersebut adalah jenis kentang atlantik, mengapa? Kentang atlantik memiliki kandungan yang kaya akan pati, air, serta sedikit gula di dalamnya. French fries tidak dapat dibuat dari varietas granola atau yang biasa disebut sebagai kentang sayur. Mengapa? Karena granola memiliki kadar air serta gula yang cukup tinggi, sementara kandungan pati di dalamnya rendah. 

Dengan begitu, apabila varietas granola digunakan untuk membuat kentang goreng maka akan cepat gosong, namun teksturnya akan tetap lembek. Lain halnya dengan kentang atlantik yang saat digoreng akan berubah warna menjadi coklat cerah kekuningan dan akan memiliki tekstur yang renyah dan tetap utuh serta empuk. Nah, penasaran dengan bagaimana perkembangan kentang Atlantik di Indonesia dan pengelolaan bisnisnya? 

Sejarah Singkat Kentang Atlantik di Indonesia

Restoran cepat saji mulai masuk ke Indonesia pada periode tahun 1980 hingga 1990, hal tersebut membuat kebutuhan akan varietas kentang atlantik muncul untuk keperluan produk kentang goreng.  Pada masa itu, benih untuk kentang atlantik masih harus diimpor. Barulah setelahnya muncul PT Bibit Baru (Brastagi, Sumatera Utara) sebagai salah satu perintis yang mulai memproduksi benih atlantik dengan kualitas yang lumayan baik dan mendekati kualitas benih atlantik impor.

Kentang atlantik sendiri merupakan jenis kentang industri yang dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 300 m dpi. Penangkaran benih kentang atlantik sendiri mulai banyak dirintis beberapa tahun ke belakang, salah satunya di Kabupaten Garut sejak tahun 2010 yang lalu. Tergabung dalam organisasi Koperasi Penangkar Benih Kentang (KPBK), penangkaran benih di Kabupaten Garut mengembangkan benih atlantik kelas G-0 yang terpusat di Desa Tambakbaya Kecamatan Cisurupan dengan bantuan 7 green house.

Pada musim pertama, 160.000 knol benih kentang berhasil dihasilkan. Sementara pada musim kedua mengalami peningkatan hingga mencapai 500.000 knol. Dengan adanya penangkaran tersebut, diharapkan Kabupaten Garut akan mampu berkontribusi dalam hal pengadaan kebutuhan benih kentang atlantik nasional sebesar 7,2% sehingga mampu mengurangi kebutuhan impor akan benih kentang atlantik. 

Perbedaan Kentang Atlantik & Kentang Granola

Seperti yang sudah disebutkan diatas bahwa kentang atlantik dengan kentang granola adalah jenis kentang yang berbeda. Terutama dari segi fungsi, kentang atlantik biasanya lebih cocok dijadikan bahan pembuatan keripik hingga kentang goreng. Sedangkan kentang granola sendiri biasanya lebih cocok dijadikan santapan bersama steak, keripik kentang balado, karena teksturnya lebih lembut. Nah, ini dia masing-masing perbedaannya! 

1. Bentuk

Jika dilihat dari sisi bentuk, kentang atlantik memiliki bentuk yang cenderung bulat. Sementara untuk kentang granola memiliki bentuk yang cenderung lonjong.

2. Daging Buah

Salah satu perbedaan lain yang paling mencolok antara kentang atlantik dan granola adalah dari sisi daging buahnya. Kentang atlantik memiliki warna daging buah yang cenderung putih. Sementara untuk daging buah granola memiliki warna yang kekuningan.

3. Tujuan Pengolahan

Di Indonesia sendiri untuk saat ini, kentang granola masih lebih sering diolah sebagai kebutuhan pangan sehari-hari masyarakat. Sementara untuk kentang atlantik memang masih diolah dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan industri pangan dalam skala besar seperti dalam restoran cepat saji.

Proses Budidaya Kentang Atlantik

Menanam kentang atlantik terbilang tidak cukup sulit dibandingkan dengan tanaman lainnya. Namun, dibutuhkan ketekunan untuk membuat permukaan umbi yang mulus dan bebas dari cacat. 

Untuk itu Anda harus membuat garisan pada bedengan untuk meletakkan bibit. Bibit pun harus ditanam dengan jarak 20 atau 30 cm. Juga setiap satu minggu, kentang atlantik juga butuh tiga hari untuk pemberian obat. Seperti apa proses lengkapnya? Inilah proses budidaya kentang atlantik yang dilakukan mitra petani TaniFund:

1. Pengolahan Lahan

Proses pertama yang harus dilakukan sebelum masuk ke dalam tahapan penanaman adalah proses pengolahan lahan. Proses ini biasanya terbagi ke dalam dua tahapan, yaitu proses penyiangan gulma atau tanaman liar dan proses pembajakan lahan agar dapat kembali gembur sebelum digunakan untuk menanam. Pada proses pengolahan lahan ini bisa menggunakan bantuan hewan kerbau ataupun mesin traktor untuk lebih mempermudah serta mempercepat proses penggemburan dan pengolahan lahan.

2. Pembuatan Guludan

Setelah proses pengolahan lahan selesai dilakukan, langkah selanjutnya adalah pembuatan guludan. Guludan sendiri merupakan tanah yang dibentuk memanjang yang nantinya akan digunakan sebagai tempat untuk meletakkan bibit serta pupuk. Guludan harus dibuat setinggi 15 atau 20 cm. 

3. Penanaman Bibit

Setelah guludan selesai dibuat dan siap untuk digunakan, bibit kentang varietas atlantik dapat langsung dimasukkan ke dalam lubang tanam. Setelah itu tutup lubang tanam dengan pupuk. Pastikan Anda menanam bibit yang tersertifikasi unggul dan tahan akan penyakit. Juga bibit yang bebas dari jamur, memiliki umur yang cukup tua, dan tidak cacat. 

Nah, saat sudah mendapatkan bibit yang sesuai, Anda bisa menyamai dan merangsang pertumbuhan tunas dengan meletakkan bibit di tempat yang sejuk, lembab dan sedikit terkena matahari. Diamkan selama kurang lebih 2 minggu sambil melihat adanya mata tunas yang tumbuh. Jika mata tunas sudah bertumbuh sekitar 5 cm, Anda bisa menyemprot air untuk menjaga lingkungan penanaman bibit tetap lembab.

4. Perawatan Tanaman

Selama masa perawatan tanaman ini, petani wajib untuk secara rutin melakukan beberapa proses. Mulai dari pemberian obat, penyiraman tanaman, hingga ke proses penyiangan gulma.

5. Proses Panen

Kentang dengan varietas atlantik ini akan siap dipanen setelah berumur kurang lebih 90-120 hari. Salah satu ciri-ciri fisik dari kentang atlantik yang sudah siap dipanen adalah warnanya yang telah berubah menjadi kuning cerah.

Hal yang perlu menjadi catatan adalah dalam satu siklus panen, biasanya akan selalu ada kentang atlantik yang busuk atau terkena virus. Kentang atlantik yang busuk memiliki ciri berwarna keputihan pada kulitnya. Sementara untuk kentang atlantik yang terkena virus akan berubah warna menjadi hijau muda pada sebagian kulitnya dan akan disertai dengan munculnya bintik-bintik kecil.

Tantangan dalam Pengembangan Kentang Atlantik di Indonesia

Peluang dari budidaya kentang atlantik memang sangatlah besar. Produktivitas kentang atlantik sendiri di Indonesia dapat mencapai 35 ton per hektar selama satu kali musim tanam. Namun, memang hingga saat ini proses budidaya kentang atlantik di Indonesia masih memiliki beberapa kendala serta tantangan yang harus dihadapi.

1. Ketersediaan Lahan

Ketersediaan lahan di Indonesia yang dapat ditanami kentang memang masih cukup terbatas. Lahan yang dapat ditanami kentang harus berketinggian di atas 1.000 m dpl dan memiliki tekstur tanah yang gembur. Faktor-faktor lain seperti kelembaban tanah, udara, intensitas sinar matahari, serta angin juga turut berpengaruh.

2. Produktivitas Benih

Dengan semakin banyaknya benih kentang F0 dan F1 yang diperdagangkan di pasaran ini berisiko menurunkan produktivitas dari benih-benih kentang unggul tersebut. Hal ini memang dapat terjadi apabila hasil dari produksi budidaya nantinya dijadikan sebagai benih kembali.

3. Iklim

Tanaman kentang hanya dapat tumbuh di dataran tinggi dengan suhu 20 derajat celcius. Berbeda dengan Amerika, Indonesia memiliki iklim tropis. Sehingga, kecenderungan varietas hama untuk bermunculan pada kentang lebih banyak. Selain itu kentang juga rentan terhadap penyakit layu. Namun, iklim tropis ini juga membantu percepatan proses panen kentang di Indonesia. Inilah yang menjadi fokus para petani saat ini, karena keuntungan yang kita miliki dari segi waktu panen.

Olahan Kentang Bangkitkan Bisnis UMKM 

Kreativitas adalah esensi utama yang harus dimiliki oleh para pebisnis dalam pasar saat ini. Jika masyarakat perkotaan merasa kurang yakin bisa berkebun, maka Anda bisa memulai bisnis dengan mengolah bahan baku bukan? 

Kentang sendiri bisa diolah menjadi banyak bahan makanan seperti keripik kentang balado hingga beberapa masakan kentang lainnya. Bisnis seperti ini adalah bisnis yang setiap daerah pun memiliki kesempatan untuk memulai dan mengembangkannya. 

Hal menarik tentang bisnis UMKM adalah Anda bisa berkembang besar secara lokal. Tidak hanya itu, dengan adanya proses digitalisasi, Anda bisa melakukan berbagai teknik branding dan digital marketing untuk mengembangkan pasar. Selain itu, temukan lebih lanjut beberapa ide contoh usaha modal kecil yang belum banyak pesaing.

Potensi Bisnis Budidaya Kentang Atlantik Kedepannya! 

Gimana? Menarik bukan mengenali proses budidaya, bisnis hingga masalah yang dihadapi dalam bertanam? Budidaya kentang Atlantik ini tentu bisa sukses jika pendanaan dan sistem edukasi yang tepat bagi para petani. Tidak perlu terlalu berambisi untuk melakukan ekspor varietas ini, jika kebutuhan dalam negeri saja belum terpenuhi dengan baik. 

Jika Anda sudah mencoba melakukan usaha budidaya kentang dan ingin memperbesar usaha Anda, TaniFund menyediakan pinjaman modal usaha budidaya hingga Rp 2 miliar. Prosesnya mudah dan tanpa jaminan, Anda dapat mulai mengajukan pinjaman modal di halaman Pinjaman Modal Usaha Tani & Dana UMKM

Dengan menjadi mitra budidaya TaniFund, Anda juga bisa mendapatkan bimbingan praktik budidaya terbaik dari para agronomis handal kami agar produksi dapat lebih optimal dan penyerapan hasil panen melalui TaniHub. Dengan solusi ini, usaha budidaya Anda bisa lebih terencana dengan baik! Ekosistem yang dibuat oleh TaniHub Group mengakomodir proses dari hulu hingga hilir.

P2P Lending TaniFund membuka secara umum pendanaan bagi para petani dan pengusaha UMKM yang membutuhkan dana untuk mengembangkan bisnis dan usaha mereka dalam bidang budidaya pertanian, peternakan, perikanan hingga UMKM yang bergerak dalam bidang pangan. Anda dapat mendaftarkan bisnis yang ingin Anda kelola pada laman pengajuan Pinjaman Modal Usaha Tani & Dana UMKM.

Jika Anda ingin merasakan nikmatnya hasil panen dari budidaya tanpa terjun ke lapangan dan bertani sendiri, Anda juga bisa turut mendanai berbagai macam proyek budidaya yang ada di TaniFund dengan mulai mendaftar sebagai pendana (atau pemilik modal) melalui aplikasi Android TaniFund atau kunjungi laman Pendanaan Proyek Budidaya.

Anda dapat mulai menyalurkan modal Anda dalam bentuk pendanaan pada proyek yang dipilih hanya dari Rp100.000 saja dan mendapatkan keuntungan hingga 18% per tahunnya. Untuk dapat mempelajari risiko setiap budidaya, Anda dapat melihat pada prospektus yang terlampir pada halaman proyek yang Anda ingin danai.

Baca juga:  Tips & Cara Budidaya Ikan Lele bagi Pemula