Cara memulai bisnis dari nol memang tidaklah mudah, Anda harus tetap konsisten dan memiliki tekad yang kuat untuk menjalankannya. Ada banyak hal yang patut diperhatikan mulai dari pendanaan, perencanaan hingga jangka waktu dan berbagai halangan yang dapat menimpa. Namun, tentunya ini bukanlah halangan yang besar namun menjadi sebuah tantangan. 

Nah, untuk cara memulai bisnis dari nol akan dikupas tuntas oleh TaniFund untuk Sahabat Tani yang sedang memikirkan cara mengembangkan bisnis. Yuk, simak selengkapnya disini! 

Langkah Sebelum Memulai Bisnis

Perencanaan adalah hal yang paling penting dalam bisnis, melakukan riset adalah hal yang paling penting untuk menentukan strategi pengembangan bisnis. Ingat memulai bisnis bukan sekedar membangun, namun Anda patut memperhatikan peluang dalam pasar. Hindari membuat bisnis tanpa perhitungan dan target yang jelas. Yuk, simak selengkapnya cara memulai bisnis dari nol!

1. Riset Pasar, Tentukan Produk atau Jasa

Jangan lupa untuk terlebih dahulu menentukan produk atau jasa yang ingin Anda jual kepada calon konsumen. Salah satu langkah efektif untuk melakukannya ialah dengan melakukan riset. Anda tidak harus membuang uang banyak untuk melakukan riset, cukup melihat trend apa yang sedang ada dalam masyarakat. 

Lalu, perhatikan apakah minat pasar cukup banyak di daerah Anda? Jika ya maka kemungkinan besar bisnis tersebut dapat dijalankan. Langkah selanjutnya dalam riset bisnis adalah perhatikan apakah produk atau jasa yang Anda berikan sifatnya long-term? Jika ya, maka bisnis ini tentu memiliki prospek dan peluang yang besar bagi Anda. 

Nah, selanjutnya adalah melihat beberapa toko atau bisnis sukses yang sejenis dengan produk yang hendak Anda jual. Atau sebenarnya, Anda bisa saja melihat kompetitor atau market leader dalam pasar. Namun jika dirasa terlalu kompetitif, maka ada baiknya Anda menganalisa pola pengembangan dan strategi apa yang cocok diterapkan juga dalam bisnis Anda. 

Singkatnya cara memulai bisnis dari nol, sejak awal Anda bisa menggunakan teknik analisa yang disebut SWOT yaitu strength, weakness, opportunities dan threats. Setelah melengkapi analisa ini, Anda diharapkan lebih terstruktur dalam memikirkan prioritas. Kunci utama dalam memulai bisnis selain melakukan riset adalah memastikan bahwa Anda senang dalam melakukannya.

2. Buat Visi, Misi dan Target

Memiliki visi dan misi adalah hal yang paling fundamental namun sering dilupakan. Dengan memiliki tujuan yang tepat, Anda tentu lebih mengerti bagaimana sistem dan strategi seharusnya dijalankan. Dengan demikian Anda lebih mudah untuk meraih target yang ada. Nah, jangan lupa yah untuk menetapkan target utama yang akan dicapai ya. Sehingga Anda bisa lebih termotivasi dalam menjalankan bisnis Anda. 

3. Persiapkan Modal Usaha

Modal adalah hal yang paling banyak dipikirkan dalam memulai suatu bisnis. Bahkan, faktor ini pula yang dapat membuat seorang pengusaha mundur. Cara memulai bisnis dari nil untuk Anda yang tidak memiliki modal adalah mencari permodalan dan memulainya secara secara bertahap. Contohnya, Anda dapat memulai usaha kecil-kecilan dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi gratis.

Hitung dan catatlah seluruh kebutuhan bisnis dan biaya yang Anda perlukan. Jangan lupa pula untuk menyiasati kebutuhan-kebutuhan tersebut menjadi lebih hemat. Sebagai contoh, misalnya usaha Anda memerlukan gerobak. Tak perlu menggunakan gerobak yang baru dibuat dan mahal, Anda bisa mendapatkan gerobak bekas yang layak sesuai usaha.

4. Catat, Catat!

Pastinya, banyak hal baru yang akan Anda temukan saat memulai usaha. Jadi, wajar saja jika ada beberapa hal yang masih tampak membingungkan dan Anda lupakan. Untuk mengatasinya, biasakanlah diri untuk mencatat detail-detail yang ada, seperti barang, kegiatan, operasional, hingga tantangan yang Anda temui.

Fungsi dari pencatatan ini ialah untuk mengingatkan Anda kembali tentang hal-hal yang telah dilewati dan membantu dalam mengevaluasi bisnis Anda.

5. Jangan Takut akan Risiko Gagal

Kegagalan adalah faktor negatif yang seringkali menghantui para pebisnis yang sedang “berselancar” menjalankan usahanya. Tak jarang, mereka menjadi risau dalam mengambil keputusan. Namun, usaha akan benar-benar gagal jika Anda terus berpikir akan adanya kegagalan tersebut. 

Yakinlah pada diri sendiri dan simpan ketakutan itu untuk merencanakan berbagai perkembangan dengan rinci. Susunlah berbagai rencana cadangan untuk antisipasi. Kegagalan memang dapat terjadi, tetapi Anda akan bisa bangkit dan belajar jika kegigihan menyelimuti diri Anda.

6. Perhatikan Satu Bisnis Dahulu

Dewasa ini, banyak pengusaha yang memiliki banyak bisnis karena percaya akan memberikan keuntungan berlipat. Namun, cara ini berpotensi merusak fokus pelaku usaha itu sendiri. Akhirnya, setiap usaha yang telah dibangun malah menghadapi kerugian. 

Pastikan diri Anda tak terburu-buru ingin meraup keuntungan dengan usaha tambahan. Langkah tepatnya, pastikan usaha pertama Anda telah stabil terlebih dahulu, baik dari segi keuangan dan modal, sumber daya manusia atau SDM, hingga berbagai kebutuhan lainnya. Setelah segalanya stabil, barulah Anda dapat membuat rencana bisnis kedua dengan aman. 

7. Jangan Berhenti Belajar

Pasti Anda sering mendengar istilah bahwa seorang pebisnis akan terus belajar dalam setiap kehidupannya. Hal ini benar adanya dan semakin dipermudah dengan berbagai teknologi. Anda bisa belajar mengenai berbagai persoalan dalam usaha melalui internet. Misalnya, melalui situs, media sosial, komunitas sesama pengusaha, bahkan e-book.

Dalam berbisnis, pengetahuan dasar yang perlu dicari tahu adalah pasar, pesaing, hingga karakter target bisnis Anda. Dengan belajar dengan luas, Anda pun berpotensi semakin dibangun dengan berbagai kritik dan saran dari orang lain. Akhirnya, evaluasi bisnis pun menjadi lebih efektif. 

8. Disiplin dalam Mengatur Waktu

Tak hanya pengusaha, menjadi disiplin adalah tantangan pula bagi sebagian besar orang secara umum. Apalagi, jika kebiasaan mengatur waktu tidak diterapkan sejak dini. Dalam memulai bisnis dari nol, Anda akan kesulitan jika tidak dapat mengatur waktu dengan baik. Sebab, waktu Anda akan banyak tersita oleh kepentingan lain dan usaha pun tidak berjalan.

Terlebih, jika diri Anda sendiri menganggap usaha tersebut masihlah kecil sehingga tidak perlu dikelola secara periodik. Pemikiran seperti ini harus dihindari sebaik mungkin. Disiplinlah dalam mengatur waktu kerja dan menjadi lebih produktif setiap harinya.

9. Kelola Keuangan Bisnis

Seberapa kecil pun modal, bahan baku, dan kebutuhan produksi dalam bisnis, Anda tetaplah harus mengelola keuangannya dengan baik. Sebab, manajemen keuangan yang tak diperhatikan hingga usaha menjadi besar akan menyulitkan dari segi keuntungan dan modalnya.

Sebaliknya, pengelolaan keuangan yang baik sejak awal bisnis akan memudahkannya untuk terus berkembang. Berkaitan dengan poin ke-4, latihlah diri Anda untuk mencatat dan mengelola setiap transaksi dalam bisnis Anda.

10. Tingkatkan Penjualan Anda

Usaha Anda telah dimulai dengan baik sesuai rencana dan berbagai rintangan yang telah berhasil dilewati. Nah, kini adalah saat yang tepat untuk mengembangkan bisnis Anda. Mulailah meluncurkan produk atau jasa baru yang dapat menarik calon pelanggan. Pastikan kualitas maupun kuantitasnya bail.

Giatkan pula promosi bisnis Anda, seperti menghadirkan paket produk, promo beli 1 gratis 1, dan jenis promosi lainnya. Hal ini akan membantu menemukan konsumen baru dan memperluas cakupan bisnis Anda.

Kuatkan Modal Bisnis Anda dengan Pinjaman P2P Lending Terpercaya

Mulai bisnis Anda dengan lancar tanpa terlalu mengkhawatirkan modal yang kadang bisa menjadi hambatan. Bersama TaniFund, salah satu platform P2P Lending yang dapat mengakomodir alokasi pendanaan, Anda bisa mulai melakukan pendanaan mulai dari Rp100.000 saja!

Kisaran bunganya pun menarik, berkisar hingga 18% p.a. Tak ketinggalan juga dampak lingkungan yang positif dan berkembang bersama pebisnis lainnya! Tunggu apa lagi? Mulai sekarang.

Baca juga: Tips Mengelola Keuangan untuk Sandwich Generation