Budidaya bawang merah memang menjadi bisnis budidaya yang menjanjikan jika dapat dikelola dengan benar. Bawang merah merupakan salah satu komoditas unggulan yang sangat menjanjikan untuk dibudidayakan dan menguntungkan. Sebab tanaman ini merupakan bahan pokok masyarakat Indonesia yang memiliki nilai jual tinggi. Selain itu masyarakat juga membutuhkan bawang merah setiap hari. Sehingga permintaan pasar pun selalu ada setiap harinya.

Namun, untuk melakukan budidaya bawang merah diperlukan kesesuaian lahan, tanah dan iklim. Nah, di Indonesia sendiri terdapat beberapa daerah yang menjadi sentra produksi bawang merah seperti Tegal, Cirebon, Brebes, Kuningan, Wates, Lombok Timur dan Samosir. Untuk keberhasilan dalam budidaya bawang merah selain menggunakan varietas yang unggul, namun perlu untuk memenuhi persyaratan tumbuhnya yang pokok dan teknik budidaya yang benar. 

Manfaat Bawang Merah Bagi Kesehatan

Tahukah Anda? Jika bawang merah memiliki banyak sekali manfaat, lho. Tak hanya sebagai bahan penyedap makanan, namun juga kaya akan manfaatnya untuk kesehatan. Hal ini juga yang menyebabkan bawang merah menjadi salah satu komoditas yang banyak dibudidayakan. Berikut ini beberapa manfaatnya:

  • Memperkuat imun
  • Membantu menurunkan demam
  • Mengatur gula dalam tubuh
  • Mempunyai khasiat anti alergi
  • Mencegah kanker
  • Mencegah risiko diabetes
  • Menjaga kepadatan tulang
  • Memelihara fungsi ginjal dan jantung
  • Mengatasi radang tenggorokan
  • Melancarkan sistem pencernaan

Tips Memilih Bibit Bawang Merah

  1. Pilih bibit yang berasal dari tanaman sehat, sudah cukup tua, berukuran sedang, sehat, keras dan permukaan kulitnya mengkilap.
  2. Pilih bibit dengan varietas unggul untuk mendapatkan bawang dengan kualitas terbaik.
  3. Harus memiliki kemampuan tumbuh lebih dari 80%.
  4. Kondisi segar, kokoh, tidak cacat, dan bebas dari hama penyakit.
  5. Perhatikan ukuran umbi bawang merah.

Syarat Tumbuh

Agar bawang merah dapat bertumbuh, ada beberapa hal yang Anda perlu perhatikan dalam prosesnya. Berikut adalah syarat yang dibutuhkan agar bawang merah dapat tumbuh lebih baik: 

  • Iklim

Tanaman bawang merah lebih sering tumbuh di daerah yang beriklim kering. Tanaman bawang merah dapat membentuk umbi di daerah yang suhu udaranya rata-rata 22 derajat celcius, namun hasil umbinya tidak sebaik di daerah yang suhu udaranya lebih panas.

Di Indonesia, bawang merah dapat ditanam di dataran rendah sampai ketinggian 1000 m di atas permukaan laut. Tanaman bawang merah masih dapat tumbuh di dataran tinggi, tetapi umurnya menjadi lebih panjang 0.5-1 bulan dan hasil umbinya menjadi lebih rendah.

  • Tanah

Tanaman bawang merah membutuhkan tanah berstruktur remah, tekstur sedang sampai liat, drainase yang baik, memiliki kandungan organik yang cukup, dan reaksi tanah tidak masam. Ada beberapa jenis tanah yang cocok untuk dijadikan lahan budidaya bawang merah, yaitu:

  • Latosol Coklat

Struktur tanah untuk menanam bawang merah haruslah gembur, dengan pH 4,5-6,5. Tanah juga harus subur, mengandung unsur hara yang tinggi dan memiliki daya serap air baik.

  • Asosiasi Latosol-Andisol

Asosiasi latosol-andisol tersebut memberikan komposisi tanah yang subur, gembur dan kaya unsur hara. Dengan begitu, jenis tanah ini baik dan sesuai untuk mendukung budidaya bawang merah.

  • Andisol

Tanah andisol memiliki sifat kandungan bahan organik yang tinggi, bobot isi rendah, daya menahan air tinggi, total porositas tinggi, dan tanahnya gembur. Oleh sebab itulah jenis tanah tersebut sangat cocok untuk budidaya bawang merah.

  • Aluvial

Jenis tanah aluvial ini terbentuk dari endapan lumpur dan pasir halus pada top soil yang mengalami erosi tanah. Tanah ini banyak terdapat di dataran rendah, sekitar daerah aliran sungai, dan rawa yang memiliki kandungan zat hara tinggi.

Cara Budidaya Bawang Merah

Sebelum melakukan budidaya bawang merah, ada baiknya kamu mengikuti cara-cara berikut ini agar hasil panen bawang merah Anda dapat maksimal. Yuk, ikuti langkahnya!

1. Memilih Lokasi Budidaya

Hal pertama yang sangatlah penting adalah terkait pemilihan lokasi budidaya. Anda bisa melakukan budidaya bawang merah pada musim kemarau, asalkan ketersediaan airnya mencukupi. Selain itu, disarankan juga untuk tidak menggunakan lahan bekas menanam seperti terung, tomat, cabai dan kentang. Ada baiknya Anda menanamnya di lahan bekas menanam padi, jagung ataupun tebu.

Hal yang tak kalah penting lainnya adalah, lahan budidaya bawang merah yang dipilih bukanlah daerah yang endemik penyakit-penyakit yang sangat berbahaya bagi keberhasilan budidaya bawang merah. Salah satu jenis penyakit yang cukup berbahaya adalah penyakit layu bakteri dan layu fusarium akibat jamur fusarium.

2. Pemilihan Jenis Lahan Usaha

Buat bedengan dengan lebar 1-1,2 meter, dengan panjang disesuaikan dengan keadaan lahan. Disarankan untuk mengatur jarak jarak antar bedengan seluas 20-30 cm, dan parit dengan kedalaman 20-30 cm.

Lahan sawah di dataran rendah bisa dengan membuat bedengan diselingi parit. Jika tanah pada lahan ini cenderung liat dan mengandung pasir sesuai, Anda bisa menggunakan mekanisasi quick cakar baja mini.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, penting untuk Anda memperhatikan jenis tanah pada area yang akan dijadikan lahan budidaya bawang merah. Hal ini akan mempengaruhi output yang dihasilkan.

3. Mempersiapkan Lahan Budidaya

Setelah memahami berbagai syarat tumbuh bawang merah, kini saatnya untuk melakukan persiapan dan pengolahan tanah.

Berikut ini beberapa upaya persiapan lahan dan pengolahan tanah yang perlu Anda lakukan sebelum menanam bawang merah :

4. Pembersihan dan Penggempuran Tanah

  • Sebelum Anda melakukan perlakuan terhadap tanah, lakukan dulu pembersihan tanah dari gulma, sisa-sisa bagian tanaman pada musim tanam sebelumnya, memastikan tidak ada bahan tertentu yang dapat membawa/menyimpan penyakit.
  • Selanjutnya, lakukan pengolahan tanah dengan cara menggemburkan tanah. Penggemburan dapat dilakukan secara mekanis dengan membajak menggunakan traktor atau dicangkul secara manual.
  • Selain untuk menggemburkan tanah, pembajakan tanah ini juga untuk menghilangkan penyakit tular tanah yang dapat menyerang tanaman.

5. Pembuatan Bedengan

Setelah tanah gembur, kini saatnya Anda membuat bedengan dengan lebar 1,0-1,2 meter dan panjang yang telah disesuaikan. Setelah membuat bedengan, disarankan juga untuk membuat parit dengan kedalaman 20-30 cm.

6. Pemupukan Dasar untuk Persiapan Lahan

Pemupukan dasar adalah langkah awal untuk mempersiapkan tanah sebagai media tanam sebelum menanam bawang merah. Disarankan untuk menggunakan produk organik untuk pemupukan dasar agar bisa menjaga kesuburan dan kelestarian lingkungan.

7. Pemasangan Mulsa

Memasang plastik mulsa ini diterapkan untuk menyelimuti tanah bedengan. Tujuan pemasangan mulsa pada budidaya bawang merah adalah untuk menjaga kelembaban tanah,  melindungi permukaan tanah, dan untuk menghalangi pertumbuhan gulma.

Cara Merawat Tanaman Bawang Merah

  • Lakukan penyiraman pada pagi dan sore hari.
  • Lakukan penyiangan satu  sampai dua kali setiap bulannya, hal ini disesuaikan dengan keadaan gulma.
  • Lakukan penyemprotan dengan menggunakan insektisida, fungisida dan menjaga kondisi lingkungan tetap bersih dari gulma atau tanaman pengganggu.

Kapan Waktu Terbaik untuk Membudidayakan Bawang Merah?

Dilansir dari website resmi Kementerian Pertanian, waktu terbaik untuk melakukan budidaya bawang merah adalah pada saat musim kemarau dengan ketersediaan air pengairan yang cukup, yaitu pada bulan April atau Mei setelah panen padi dan pada bulan Juli atau Agustus. Penanaman bawang merah di musim kemarau biasanya dilaksanakan pada lahan bekas padi sawah atau tebu, sedangkan penanaman di musim hujan dilakukan pada lahan tegalan.

Tertarik untuk Membudidayakan Bawang Merah?

Budidaya bawang merah memang sangat menarik untuk ditekuni sebagaimana yang tercatat melalui Badan Statistika Indonesia menyatakan bahwa nilai ekspor bawang merah Indonesia meningkat hingga 29,8% senilai US $13,74 juta dari sebelumnya US $10,58 juta. Sehingga, dengan banyaknya masyarakat yang melakukan budidaya bawang merah dengan baik tentunya akan semakin membantu kestabilan pangan dan perekonomian Indonesia. 

Masa panen dari bawang merah berkisar 2 bulan, pastinya menjadi penantian yang cukup panjang. Namun memberdayakan lahan untuk sesuatu yang produktif tentu saja menjadi hal yang bernilai positif dari segi keuangan maupun segi kesejahteraan masyarakat. Apalagi jika Anda tinggal di daerah yang beriklim tropis dan dominan cahaya matahari 75%, tempat ini tentu sangat cocok untuk Anda melakukan budidaya bawang merah. 

TaniFund adalah Platform P2P lending dalam bidang Agrikultur, melalui platform P2P Lending ini Anda dapat bertemu dengan para pendana dari berbagai macam latar belakang yang siap untuk melakukan pendanaan terhadap proyek budidaya Anda. Jika, Anda benar serius untuk memajukan budidaya dan pertanian Indonesia, silahkan lakukan pendaftaran pinjaman modal usaha

Tidak perlu rumit, TaniFund sudah menyiapkan program pendanaan mulai dari usaha skala mikro hingga usaha berskala besar yang menuntut pengembangan pesat dan besar. Jadi, jangan ragu untuk mengembangkan usaha budidaya Anda. TaniFund siap memberikan pendanaan untuk perkembangan bisnis Anda. Jangan khawatir, karena Anda juga akan diperlengkapi dengan para agroteknologi yang ahli dalam bidang perkebunan, pertanian, peternakan hingga pengembangan UMKM. Tunggu apa lagi? Mulai kembangkan sekarang atau lakukan pendanaan proyek pertanian dan budidaya TaniFund dan nikmati bagi hasil hingga 15-18% p.a setiap tahunnya!

Baca juga: Capai Kebebasan Finansial Lewat Langkah Sosial!