Cara mendapatkan modal usaha untuk mengembangkan bisnis adalah hal yang penting untuk dipelajari. Mengapa? Karena mendapatkan modal usaha pendanaan untuk memulai bisnis dapat membantu inovasi dan pengembangan produk layanan. Namun, tentu saja Anda harus memastikan model bisnis Anda dapat dipercaya, menarik dan logis. “Everything is based on a simple rule; Quality is the best business plan, period” – Steve Jobs.

Memahami bagaimana cara mendapatkan modal usaha untuk mengembangkan bisnis dapat membantu Anda dan tim lebih tergerak dan realistis. Sehingga, tujuan Anda dapat menjadi lebih mudah tercapai. Apa saja langkah selanjutnya?  Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

Cara Mendapatkan Modal Usaha Secara Jitu! 

Perkara modal awal memang seringkali menjadi hambatan utama bagi seseorang untuk memulai bisnis mereka. Namun, tidak perlu khawatir dalam era saat ini Anda bisa mendapatkan pendanaan melalui berbagai platform dengan syarat dan ketentuan yang biasanya diberikan untuk Anda. Berikut adalah solusi yang bisa Anda siapkan sedini mungkin terhadap diri dan bisnis Anda! 

1. Modal Tabungan Pribadi

Menurut Forbes, hampir setiap pengusaha memang menyisihkan keuangan mereka untuk menjadi tabungan usaha dalam merintis bisnis mula-mula. Jika bisnis Anda dimulai dengan bisnis model yang kecil, maka Anda bisa mulai memeprtimbangkan untuk menyisihkan 10-20% keuangan Anda setiap bulannya. 

Jika bertekad dengan cara seperti ini, maka Anda harus siap untuk mengontrol keuangan Anda setiap bulannya dan mengurangi penggunaan kartu kredit dengan bunga yang tinggi.

2. Akses Kerabat / Keluarga 

Memulai bisnis dengan meminjam kerabat atau keluarga terdekat juga bisa Anda lakukan. Hanya saja, Anda wajib memberikan perjanjian yang jelas agar kedepannya tidak akan ada masalah  yang ditimbulkan akibat pengembalian dana yang tidak sesuai. Cara ini juga kebanyakan dilakukan oleh para pemula dalam bisnis yang belum memiliki modal. Hanya saja Anda perlu melakukan dan menjaga komunikasi dengan baik agar berjalan lancar.

3. Menjual atau Menjaminkan Aset 

Ketimbang mengajukan pinjaman ke Bank atau rekan hingga keluarga, sebenarnya Anda bisa mencoba untuk menjaminkan atau menjual aset yang Anda miliki. Misalnya aset yang dapat Anda jaminkan atau jual dapat berupa kendaraan, rumah hingga tanah ataupun aset berharga lainnya. 

4. Keahlian Profesi 

Nah, ini lebih mendalam secara personal setiap pribadi ya. Jika Anda memiliki keahlian dalam bidang tertentu misalnya bisnis, keuangan atau industrial. Anda bisa saja menyediakan layanan jasa konsultasi sebagai praktisi. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan sumber penghasilan lainnya dari keahlian Anda. 

Biasanya jasa konsultasi sendiri tentu tidak dibayar dengan murah bukan? Untuk itu, ini bisa menjadi salah satu sumber pemasukan untuk memulai bisnis Anda. Jadi, sumber pemasukan sebenarnya bisa datang dari mana saja bukan?

5. Bangun Bisnis bersama Rekan

Terkadang, mengumpulkan modal sendiri memang terasa berat. Sebagai solusinya, Anda dapat mencari rekan bisnis agar modal usaha menjadi lebih besar dan progresif. Cobalah mengajak rekan yang dapat dipercaya.

Pastikan pula dirinya memiliki visi serta minat yang tepat dengan ide bisnis yang Anda geluti. Sebelumnya, bahaslah rencana bisnis dengan rinci beserta strateginya, pembagian keuntungan, dan berbagai hal lain.

Rekan bisnis yang tepat akan memungkinkan Anda memiliki partner dalam mendiskusikan berbagai ide dalam mengembangkan bisnis di masa depan.

6. Mengandalkan Bank

Inilah salah satu cara mendapatkan modal usaha yang paling umum dilakukan para calon pengusaha. Sebab, ada berbagai macam kredit yang ditawarkan bank yang memerlukan jaminan maupun tanpa agunan.

Secara umum, kredit tanpa agunan memiliki jumlah bunga yang cukup besar. Nah, agar tidak dihantui utang lama, lebih baik mengambil kredit dalam jangka waktu yang lebih pendek.

Memilih kredit di bank berarti Anda perlu memahami dengan baik tentang bunga ataupun cicilan yang akan ditanggung. Pikirkanlah perkiraan mengenai dana yang akan dikeluarkan setiap bulan untuk membayar cicilan.

7. Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Seperti yang telah disebutkan, salah satu produk pinjaman bank yang bisa dijadikan modal usaha adalah Kredit Tanpa Agunan atau KTA. Pinjaman ini tidak memerlukan jaminan atau agunan.

Terdapat KTA yang memberi syarat memiliki kartu kredit bagi calon debiturnya, namun ada pula yang tidak. Plafon pinjamannya sendiri mencapai Rp500 juta. Tenor pinjamannya pun cukup panjang.

Sayangnya, suku bunganya memang tinggi, mulai dari 0,59 persen per bulan hingga 2 persen per bulan yang bersifat flat atau tetap. Tak hanya itu, ada pula biaya penalti jika Anda melunasi utang setelah jatuh tempo.

8. Kredit Multiguna (KMG)

Jenis pinjaman bank lain yang cukup diminati pengusaha dalam mengembangkan bisnisnya adalah Kredit Multiguna atau KMG. Kebalikan dari KTA, jenis pinjaman ini harus menyertakan jaminan atau agunan.

Contohnya, seperti sertifikat tanah atau rumah, BPKB motor atau mobil, hingga SK Kepegawaian. Namun, plafon pinjamannya sangat besar, bisa mencapai miliaran rupiah tergantung taksiran harga jaminan yang diberikan.

Masa tenornya sendiri bisa mencapai 20 tahun.

9. Kredit Modal Kerja (KMK)

KMK juga merupakan salah satu pinjaman bank. Fasilitas kreditnya terkait membiayai operasional usaha, termasuk pengadaan bahan baku, piutang, proses produksi, hingga persediaan.

Plafon pinjamannya mulai dari jutaan sampai miliaran rupiah. Untuk tenornya, ada yang mencapai 12 bulan hingga 26 bulan.

7. Pinjaman dari Koperasi

Selain bank, koperasi pun kerap jadi jalan lain perihal pinjam meminjam pengusaha. Biasanya, koperasi yang bisa diandalkan adalah Koperasi Simpan Pinjam atau KSP. Bunganya cenderung lebih rendah dibandingkan kredit bank.

Menguntungkannya lagi, umumnya menjadi anggota koperasi berarti Anda akan mendapatkan Sisa Hasil Usaha atau SHU yang dapat mengurangi bunga pinjaman. Jadi, pastikan Anda bermitra dengan koperasi yang terpercaya.

Koperasi yang terpercaya ini umumnya terdaftar di Kementerian Koperasi dan UKM. Berhati-hatilah, dewasa ini banyak koperasi bodong yang menjanjikan keuntungan tak wajar untuk memancing nasabah.

8. Pameran Bekraf

Jika Anda tertarik mengikuti pameran Bekraf yang biasanya diadakan di luar negeri, maka setidaknya Anda sudah bisa membuktikan bahwa bisnis Anda terbukti bernilai secara kualitas. Juga memiliki daya saing dalam pasar dan dapat diandalkan untuk jangka panjang. 

Tentu saja dengan mengikuti berbagai pameran, koneksi dan jaringan Anda menjadi lebih luas. Sehingga, tidak menutup kemungkinan kedepannya Anda bisa mendapatkan investor khusus untuk produk pengembangan Anda.

9. Jasa Pre-Order 

Dalam beberapa jenis usaha, seperti katering atau sablon, umumnya dapat mengumpulkan modal usaha dari pembayaran konsumen terlebih dahulu. Ya, istilah ini biasa dikenal dengan istilah pre-order. 

Modal dari sistem ini akan digunakan untuk memproduksi pesanan yang telah masuk sesuai dengan jumlahnya. Besaran pre-order sendiri pun bisa Anda tentukan sendiri, ingin full, setengah harga, atau sekadar uang muka.

Keuntungan dari penjualan ini pun bisa digunakan sebagai tambahan modal untuk mengembangkan bisnis.

10. Program Pemerintah 

Jika Anda pebisnis dan baru merintis usaha kecil-kecilan, maka ada baiknya untuk ikut serta dalam beberapa kumpulan komunitas UMKM. Ini bisa Anda dapatkan melalui jejaring komunitas yang ada di Facebook. Biasanya pemerintah melakukan sosialisasi pendanaan terhadap UMKM untuk berbagai daerah di Indonesia. Namun, tentu pastinya Anda tidak bisa menemukan waktu yang tepat kapan mereka meluncurkan program. Maka, sebaiknya lakukan pengecekan secara berkala terkait pendanaan UMKM pemerintah. 

11. Modal Supplier

Kenalkah Anda dengan sistem dropship? Ya, model bisnis ini dapat Anda terapkan, untuk mendapatkan untuk yang lebih terapkan dengan memilih barang milik supplier. Mengapa demikian? Jika Anda mendapatkan barang melalui supplier, sudah dipastikan Anda bisa menerima untung yang cukup lumayan dengan harga yang dapat bersaing dengan berbagai brand lain dalam pasaran. 

12. Kompetisi Bisnis 

Jika Anda masih menjadi seorang mahasiswa dan berniat untuk melakukan ekspansi bisnis, maka peluang Anda tentunya banyak sekali. Mengikuti kompetisi bisnis yang diselenggarakan oleh beberapa perusahaan swasta bisa menjadi peluang Anda untuk mendapatkan akses permodalan jangka panjang. Biasanya pemerintahan ataupun para pemilih perusahaan tertarik dengan sistem software yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan dan memberi dampak baik bagi perusahaan jangka panjang. 

13. Angel Investor

Angel investor biasanya adalah para investor yang siap mendanai bisnis sejak awal hingga menjadi tutor dalam melakukan manajemen bisnis. Tentu saja hal ini bisa Anda dapatkan, jika Anda memiliki model bisnis yang baik dan jelas secara pemasukan. Biasanya angel investor ini adalah publik figur ataupun mereka yang secara finansial sudah terbilang stabil. Sehingga, tentu saja jika dikembangkan dengan baik, bisnis Anda bisa semakin baik dan potensi meraih jangkauan bisnis dan keuntungan semakin tinggi. 

14. Perusahaan E-Commerce 

Beberapa perusahaan E-commerce memang menyediakan pinjaman hingga pendanaan bagi para pemula dan bisnisnya. Biasanya setiap brand E-commerce sudah memanggilnya dengan mitra. Menjalin kemitraan dengan mereka sebetulnya tidak sulit, namun tentu saja Anda perlu melakukan proses pengajuan dan beberapa langkah yang perlu diikuti agar dapat menerima pendanaan. 

15. Platform P2P Lending 

Platform P2P Lending adalah salah satu tempat untuk mendapatkan pinjaman uang. Dimana pada akhirnya, Anda sebagai peminjam harus mampu mengembalikan pinjaman setiap bulannya dalam waktu tertentu. Bagi para pemula dalam bisnis pengajuan pendanaan di P2P lending menjadi alternatif yang cepat untuk mendapatkan pendanaan. 

Kehadiran P2P Lending memang menjadi solusi yang tepat bagi para pemilik bisnis, namun bagi Anda para pendana, patut mempertimbangkan lebih dalam lagi. Mengapa? Mendanai berbagai usaha di platform P2P lending ini tentu membutuhkan analisis yang tepat terhadap usaha yang akan didanai. Sehingga tidak begitu mudah untuk mendapatkan pinjaman, karena Anda wajib memastikan bisnis yang Anda jalankan menarik untuk dikembangkan. 

Tips Mendapatkan Pendanaan Dari P2P Lending

Setelah mengetahui cara mendapatkan modal usaha dari penjabaran diatas, tentu Sahabat Tani mulai tertarik bukan dengan mengajukan pendanaan pada platform P2P Lending? TaniFund adalah Platform P2P Lending yang bergerak dalam bidang pertanian dan umkm pangan dan telah terdaftar dalam OJK Surat Tanda Berizin KEP-64/D.05/2021 yang diterbitkan pada 2 Agustus 2021. Berikut adalah proses dan langkah-langkah mengajukan pinjaman di TaniFund: 

  1. Buka website resmi TaniFund di https://tanifund.com/pinjaman.
  2. Pilih jenis pinjaman yang hendak Anda ajukan, di antaranya adalah pinjaman modal untuk usaha Budidaya, Pengembangan Usaha, Faktur Penjualan dan Usaha Mikro.
  3. Isi informasi data yang diperlukan secara lengkap dan jujur.
  4. Isi persyaratan sesuai dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh TaniFund.
  5. Jika informasi yang dibutuhkan telah Anda isi secara lengkap jangan lupa untuk klik daftar.
  6. Anda bisa menunggu verifikasi dan persetujuan dari TaniFund.

Setelah TaniFund melakukan beberapa tahapan hingga proses seleksi proyek dan persetujuan pendanaan. Anda akan segera mendapatkan pencairan dana modal untuk memulai mengembangkan usaha budidaya Anda.  Selanjutnya seluruh jadwal, aktivitas budidaya, usaha hingga pengeluaran Anda akan tetap diawasi oleh TaniFund. 

Untuk mendukung proses transparansi antara peminjam dan pemberi dana, seluruh detail akan didokumentasikan dalam laporan keuangan yang dipertanggungjawabkan. Segera dapatkan pinjaman modal untuk usaha Anda dan dapatkan bimbingan khusus langsung dari para agronomis terpercaya TaniFund untuk mengembangkan usaha Anda!