Apa Itu Sandwich Generation?

apa-itu-generasi-sandwich

Sandwich Generation atau Generasi Sandwich adalah istilah yang mulai ramai di beberapa tahun terakhir terutama di kalangan kaum milenial. Biasanya istilah ini sering digunakan saat orang membahas soal keuangan atau topik finansial. Namun, sebenarnya apa itu Sandwich Generation dan mengapa baru sering terdengar akhir-akhir ini?

Generasi Sandwich atau Sandwich Generation merupakan istilah yang mulai diperkenalkan sejak tahun 1981 oleh salah satu profesor yang berasal dari Universitas Kentucky Amerika Serikat, Dorothy A. Miller. Istilah ini merupakan definisi yang diberikan kepada sekelompok individu yang memiliki tanggung jawab atas kehidupan diri sendiri, orang tua, serta anak-anak dan keluarganya sendiri.

Istilah ini dianggap cocok bagi kehidupan milenial saat ini karena menyerupai analogi seperti sebuah roti sandwich. Dimana kaum milenial dianggap seperti sepotong daging yang terhimpit oleh 2 buah roti. Roti tersebut merupakan gambaran dari orang tua (generasi atas) serta anak-anak (generasi bawah) dari kaum milenial tersebut.

Secara garis besar, bagi generasi yang masuk ke dalam sandwich generation akan mengalami kondisi finansial dimana harus menghidupi dua generasi (atas dan bawah).

Sandwich Generation di Indonesia

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik mengenai Statistik Penduduk Lanjut Usia pada tahun 2017 menyebutkan bahwa sekitar 77,82% dari sumber pembiayaan rumah tangga lansia ditopang dan ditanggung oleh anggota rumah tangga yang sudah bekerja. Hal tersebut tentu saja sangat sesuai dan menggambarkan teori sandwich generation.

Selain itu, jika dilihat dari hasil Survei Ekonomi Nasional pada tahun 2017 menunjukkan bahwa sekitar 62,64% kaum lanjut usia yang berada di Indonesia tinggal dan hidup bersama dengan anak dan cucunya. Seorang psikolog dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia, Vera Itabiliana Hadiwidjojo mengatakan bahwa sandwich generation sangat rentan untuk mendapatkan banyak tekanan. Tekanan tersebut tentu saja hadir karena tanggung jawabnya yang besar untuk bisa menjadi tulang punggung bagi 2 generasi sekaligus.

Tipe Sandwich Generation

Berdasarkan usianya, Carol Abaya seorang Aging and Elder Care Expert membedakan sandwich generation menjadi 3 kategori, yaitu:

1. The Traditional Sandwich Generation

Kategori yang pertama ini dapat Anda jumpai pada kelompok usia 40-50 tahun. Kategori ini memiliki kewajiban untuk memenuhi finansial serta kebutuhan anak-anak yang belum bisa mandiri secara finansial. Selain itu, generasi ini juga masih bertanggung jawab atas tanggungan finansial orang tua yang sudah lanjut usia dan sudah tidak produktif bekerja.

2. The Club Sandwich Generation

Kategori Sandwich Generation yang kedua ini berada di rentang umur 50-60 tahun. Namun, sebenarnya umur 30-40 tahun juga bisa masuk ke dalam kategori ini. The Club Sandwich Generation merupakan generasi yang harus menanggung finansial orang tuanya sekaligus juga dengan finansial anak-anaknya yang telah dewasa bahkan hingga cucu-cucu mereka.

Beban yang bisa ditanggung kategori ini memang sangat berat dan dapat berlipat-lipat. Hal tersebut karena banyaknya generasi yang bergantung pada kategori ini, seperti anak yang masih kecil, orang tua, bahkan hingga kakek dan nenek.

3. The Open-Faced Sandwich Generation

Kategori yang terakhir ini biasanya mengacu pada individu-individu yang secara aktif terlibat dalam perawatan lansia. Contoh paling dekat yang bisa diambil adalah perawat-perawat di panti jompo ataupun perawat khusus untuk lansia di rumah.

Tips Mengelola Keuangan bagi Sandwich Generation

Dengan begitu banyaknya tekanan yang hadir bagi Sandwich Generation, tak jarang membuat banyak orang merasa stres bahkan merasa depresi. Tekanan yang datang dari berbagai pihak juga dapat menurunkan kualitas hidup Sandwich Generation apabila tidak diatasi dengan cara yang tepat. Berikut ini adalah 5 tips dalam mengelola keuangan untuk Sandwich Generation:

1. Usahakan agar Memiliki Penghasilan yang Memadai

Hal pertama dan paling mendasar yang harus Anda penuhi adalah memiliki penghasilan yang memadai. Penghasilan yang harus Anda dapatkan tidak harus terlalu besar, asalkan seluruh penghasilan yang didapat benar-benar dihitung dan disesuaikan dengan berbagai kebutuhan.

Jika memang penghasilan utama Anda masih dirasa kurang, Anda bisa mencari penghasilan tambahan dengan membuka usaha sampingan atau bisa juga dengan bekerja sebagai freelancer. Poin terpenting yang harus diingat adalah agar terus berpikir positif dan kreatif. Dengan begitu, Anda akan terhindar dari stres dan bisa mencukupi kebutuhan finansial Anda serta keluarga.

Saran untuk Sobat Tani adalah memiliki usaha sampingan seperti bisnis makanan atau minuman. Usaha dalam bidang pangan adalah usaha yang selalu dibutuhkan dan tentu diperlukan oleh orang sekitar. Sehingga, jika ingin berinvestasi atau menjalankan usaha, sudah sebaiknya memiliki usaha sederhana yang mampu bertahan lama, selalu dibutuhkan dan tidak terus bersaing.

Baca juga: 15 Contoh Usaha Modal Kecil yang Belum Banyak Pesaing Dijamin Cuan!

2. Pastikan agar Arus Kas Keuangan Selalu Positif

Sebagai Sandwich Generation, mencatat pengeluaran secara rutin memang wajib untuk Anda lakukan. Dengan pencatatan yang rapi dan terstruktur, Anda dapat menghilangkan pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu sehingga dapat menjaga agar kas keuangan Anda selalu positif. 

Meskipun demikian tentu saja akan ada hal-hal diluar dugaan yang kemungkinan bisa saja menimpa. Untuk itu ada baiknya Anda menyiapkan berbagai dana darurat yang bisa Anda dapatkan dari melakukan investasi ataupun pendanaan pada beberapa instrumen investasi keuangan.

3. Buat Prioritas Keuangan yang Jelas

Tips selanjutnya yang bisa Anda terapkan adalah dengan membuat prioritas keuangan yang jelas. Anda harus menentukan anggaran yang tersedia untuk setiap jenis pengeluaran. Sebisa mungkin hindari pengeluaran yang sifatnya tersier atau konsumtif dan prioritaskan kebutuhan-kebutuhan penting terlebih dahulu seperti untuk pendidikan anak ataupun belanja kebutuhan bulanan keluarga.

4. Miliki Tabungan Rencana

Tabungan rencana merupakan jenis tabungan dimana Anda melakukan setoran secara rutin setiap bulannya. Tabungan rencana biasanya juga dilengkapi dengan fasilitas auto debit dari rekening sumber ke rekening tabungan rencana. Untuk sistem penarikannya sendiri akan dibatasi sesuai dengan ketentuan bank yang berlaku.

Dengan memiliki tabungan rencana, Anda dapat lebih bijak dalam mengelola keuangan. Untuk jenisnya sendiri, tabungan rencana terbagi menjadi berbagai jenis seperti tabungan pendidikan, tabungan pernikahan, dan tabungan wisata. Pastikan untuk memilih jenis tabungan yang tepat sesuai dengan kebutuhan Anda.

5. Miliki Asuransi Kesehatan

Asuransi kesehatan menjadi salah satu hal vital yang harus Anda miliki, mengapa? Karena dengan semakin bertambahnya usia, tentu saja ketahanan serta kemampuan tubuh juga akan semakin mudah turun dan rentan terkena penyakit. Dengan memiliki asuransi kesehatan, Anda akan memiliki jaminan atas berbagai jenis pengobatan.

Berbagai jenis pilihan asuransi sudah sangat menjamur saat ini. Untuk asuransi kesehatan dari pemerintah, Anda dapat menggunakan BPJS Kesehatan. Sementara jika Anda ingin menggunakan asuransi kesehatan swasta, pilihlah asuransi swasta yang telah terdaftar, resmi, dan diawasi oleh OJK.

6. Mulai Investasi Sejak Dini

Kebanyakan Sandwich Generation pasti memiliki masalah ataupun kesulitan untuk bisa menabung demi kebutuhan di hari tua. Salah satu solusi yang bisa Anda coba adalah dengan melakukan investasi sedini mungkin. Saat ini sudah begitu banyak platform serta instrumen investasi yang menawarkan produknya dengan harga yang sangat terjangkau.

Dengan melakukan investasi sedini mungkin sebenarnya Anda justru lebih untung dibandingkan menaruh banyak sekaligus dalam satu waktu. Efek compounding dari investasi yang tidak banyak orang rasakan dan bahkan sepelekan. Jadi, jika Anda sudah berpenghasilan ada baiknya menyisakan beberapa persen keuangan Anda untuk mulai berinvestasi demi masa depan yang lebih baik. 

Bebas Finansial di Usia Muda? Kenapa Tidak! 

Waktu muda adalah waktu produktif, Sobat Tani tentu akan bertemu dengan berbagai peluang karir dan finansial yang semakin meningkat. Menyikapi hal tersebut ada baiknya Sobat Tani mulai melakukan menginvestasikan keuangan Anda dengan benar sesuai dengan kemampuan Anda. Hindari menjadi seseorang yang FOMO (Fear Of Missing Out). Hal ini tentu tidak akan membuatmu menjadi lebih baik, untuk itu saat ingin melakukan investasi ada baiknya meneliti dan memahami produk apa yang akan Anda danai. Kenali dan pelajar apa yang mendasari Anda ingin mendanai suatu proyek. 

Di TaniFund, Anda juga bisa melakukan pendanaan berdampak sosial kepada para petani hingga pengusaha UMKM terpilih melalui beberapa proses mitigasi yang dilakukan. Sehingga, melakukan pendanaan pada platform P2P lending TaniFund dapat membantu Anda meminimalisir kerugian pendanaan sekaligus dapat turut berkontribusi dalam membangun akses permodalan untuk meningkatkan kesejahteraan petani lokal. Cukup dengan Rp100.000, Anda pun sudah bisa memulai pendanaan di TaniFund! Mulai investasi sejak dini dan nikmati bagi hasil bersama para petani dan pengusaha UMKM lainnya! 

Baca juga: Capai Kebebasan Finansial Lewat Langkah Sosial!