Bisnis Budidaya Jamur Tiram dan Tipsnya! 

budidaya-jamur-tiram

Budidaya Jamur Tiram adalah salah satu budidaya yang tengah populer dan naik daun di masyarakat luas adalah budidaya jamur tiram. Siapa yang tahu jamur tiram? Salah satu makanan yang dikenal menyehatkan karena kandungan kalorinya yang rendah dan hampir tidak memiliki lemak.

Jamur tiram sendiri memiliki kandungan vitamin B12 dan vitamin D sehingga sangat dianjurkan untuk dikonsumsi. Jamur tiram ini memiliki manfaat bagi kesehatan mulai dari menangkal radikal bebas hingga menjaga kesehatan jantung. Selain itu, jamur tiram juga sering kali dijadikan makanan ringan seperti jamur crispy dan berbagai macam olahan lainnya. Jadi, tidak heran kalau permintaan pasar untuk kebutuhan jamur tiram sangatlah tinggi di Indonesia. 

Namun saat ini budidaya jamur tiram kerap kali terpapar masalah khususnya pada tahapan sterilisasi hingga tempat dan proses budidaya yang wajib diperhatikan. Simak lebih lanjut untuk mengetahui tips menjalankan budidaya jamur tiram ini!  

Bisnis Budidaya Jamur Tiram

Jamur tiram memiliki nama latin Pleurotus Ostreatus dan termasuk ke dalam kelompok Basidiomycota. Banyak juga kalangan yang menyebut jamur tiram sebagai jamur kayu karena sering ditemukan pada batang-batang kayu yang sudah lapuk di alam bebas.

Budidaya jamur tiram sendiri memang dinilai sangat cocok untuk dilakukan di wilayah Indonesia karena memiliki iklim tropis dan berudara sejuk. Jamur tiram memiliki ciri khas berwarna putih dengan bentuk yang lebar seperti cangkang tiram dan biasanya tumbuh bergerombol seperti payung.

Salah satu alasan mengapa bisnis budidaya tiram banyak diminati adalah karena biayanya yang murah serta prosesnya dapat dilakukan secara bertahap bahkan untuk pemula sekalipun. Kisaran harga untuk memulai bisnis budidaya ini adalah Rp 4,5 juta. 

Budidaya jamur tiram ini juga bisa dilakukan di dalam rumah. Tentunya, percobaan ini tentu kurang tepat jika Anda ingin hasil panen dengan skala besar. Namun, tenang saja Anda tidak perlu ragu jika ingin memulai bisnis budidaya, Anda masih memiliki alternatif permodalan yang lebih efektif yaitu menggunakan platform P2P Lending TaniFund!

Meskipun terkesan aman dan praktis, Anda tetap harus mempelajari prospek berbagai bisnis budidaya yang Anda akan pilih untuk danai. agar dana Anda lebih terlalokasi dengan baik. Sebelum memulai bisnis budidaya jamur tiram Anda perlu mengetahui terlebih dahulu seluruh tahapan serta cara yang tepat untuk bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

Alat & Bahan untuk Budidaya Jamur Tiram

Sebelum Anda memulai bisnis budidaya jamur tiram, Anda perlu menyiapkan peralatan serta bahan berikut agar seluruh proses dapat berjalan dengan maksimal.

  • Sekop
  • Kompor minyak tanah
  • Drum yang memiliki diameter sebesar 80 cm dan memiliki tinggi sebesar 96 cm
  • Rak yang memiliki luas 3 m2
  • Baskom plastik
  • Pipa paralon sepanjang 1 inci sebanyak 300 buah
  • Lampu spiritus atau bunsen
  • Penyemprot (sprayer)
  • Thermometer
  • pH meter
  • Karet gelang tahan panas sebanyak 600 buah
  • Kertas roti yang memiliki ukuran 10 x 10 cm sebanyak 300 buah
  • Kantong plastik transparan yang memiliki ukuran 20 x 35 x 0,05 cm sebanyak 300 buah
  • Air bersih sebanyak 30 liter
  • Ampas tebu dan serbuk kayu (albasia) sebanyak 10,5 kg
  • Pupuk TSP sebanyak 1 kg
  • Dedak halus sebanyak 21 kg
  • Tepung jagung sebanyak 0,6 kg
  • Bibit jamur F3 sebanyak 3 botol
  • Kapur sebanyak 3 kg
  • Pupuk organik
  • Alkohol dengan kandungan 95% sebanyak 1 liter.

Cara Budidaya Jamur Tiram yang Tepat untuk Pemula

Setelah seluruh peralatan dan bahan disiapkan, Anda sudah dapat memulai proses budidaya jamur tiram. Berikut adalah langkah dan cara budidaya jamur tiram yang mudah dilakukan bahkan untuk pemula sekalipun.

1. Siapkan Rak Jamur Tiram (Kumbung)

Dalam proses budidaya jamur tiram, terdapat bangunan yang digunakan sebagai tempat menyimpan baglog dan diberi nama kumbung. Kumbung sendiri merupakan media tumbuh jamur tiram yang terbuat dari bahan bilik bambu ataupun tembok permanen. Ukuran dari kumbung pun bermacam-macam dan menyesuaikan dengan luas lahan yang tersedia.

Susunan rak kumbung biasanya diberi jarak sekitar 75 cm. Fungsi dari susunan tersebut adalah untuk memudahkan proses pemeliharaan jamur serta menjaga sirkulasi udara agar tetap lancar. Kumbung harus menggunakan atap yang terbuat dari seng agar bisa menyerap panas. Jangan lupa untuk memberikan pestisida pada kumbung untuk memastikan permukaan kumbung tetap terjaga kebersihannya. 

Bagian lantai hendaknya tidak diplester supaya air yang digunakan untuk menyiram jamur dapat meresap dengan mudah. Setelah pembuatan kumbung sudah jadi sebaiknya baglog tidak langsung dimasukan ke dalam kumbung. Anda perlu melakukan beberapa langkah atau kegiatan seperti membersihkan kumbung dan menyemprot kumbung dengan pestisida. Setelah bau obat hilang maka Anda bisa memasukan baglog di dalam kumbung dengan penataan yang rapi.

2. Siapkan Baglog

Baglog sendiri merupakan media tumbuh jamur tiram. Baglog dibungkus plastik yang memiliki bentuk silinder dan memiliki lubang di salah satu ujungnya. Nantinya jamur tiram akan tumbuh ke luar melalui lubang tersebut.

3. Susun Baglog

Baglog dapat Anda susun secara horizontal maupun vertikal. Penyusunan secara horizontal dinilai akan membuat baglog lebih aman terhadap siraman air serta lebih mudah dalam proses panen. Namun, penyusunan secara horizontal memang cukup memakan banyak tempat.

4. Proses Penanaman Bibit Jamur Tiram

  • Masukkan 3 sendok makan bibit ke dalam masing-masing baglog.
  • Agar lebih memudahkan dalam proses penanaman bibit, baglog yang akan diinokulasi sebaiknya diletakkan di depan atau di dekat tangan kiri.
  • Letakkan baglog yang sudah berisi bibit pada rak, diamkan dan biarkan seluruh baglog tumbuh dengan sendirinya.
  • Semprotkan air serta pupuk organik cair dengan menggunakan sprayer untuk menjaga kelembaban tetap ideal.
  • Saat jamur telah terlihat tumbuh dengan mekar dan lebar, itu tandanya jamur sudah siap untuk dipanen.

5. Proses Panen Jamur Tiram

Jamur biasanya dapat dipanen dalam kurun waktu 1 hingga 2 minggu sejak pembukaan tutup baglog. Baglog dengan bobot sekitar 1 kg biasanya mampu menghasilkan jamur sebanyak 0,7 kg hingga 0,8 kg.

Baca juga: 

Faktor yang Berpengaruh pada Pertumbuhan Jamur

Di alam bebas, jamur tiram dapat tumbuh dan berkembang secara normal di bawah tanaman berkayu atau di bawah pohon yang memiliki daun lebar. Sebenarnya jamur tiram termasuk ke dalam tanaman yang tidak memerlukan banyak paparan sinar matahari. Bahkan bisa dibilang pertumbuhan jamur tiram akan jauh lebih baik apabila tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Dalam proses budidaya jamur tiram, ada beberapa faktor yang harus terus Anda perhatikan. Hal ini demi menjaga proses pertumbuhan jamur tiram agar dapat tumbuh dengan maksimal dan menghasilkan jamur dengan kualitas terbaik.

1. Suhu (Temperature)

Faktor pertama yang harus selalu dijaga dan diperhatikan adalah suhu. Pada proses inkubasi jamur, suhu yang dianjurkan adalah sekitar 28 hingga 30 derajat celcius. Sementara pada saat proses pembentukan tubuh buah hingga masa panen, suhu yang direkomendasikan berkisar di antara 22 hingga 28 derajat celsius.

2. Cahaya

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, jamur tiram memang sangat peka terhadap paparan sinar matahari secara langsung. Mengapa? Cahaya matahari yang langsung mengenai jamur memang dapat menyebabkan proses pertumbuhan terhambat hingga dapat membuat jamur layu dan ukurannya akan menjadi kecil.

Dianjurkan agar cahaya atau sinar matahari tidak memapar jamur secara langsung dan usahakan juga agar ada pohon peneduh di dekat tempat budidaya jamur. Hal tersebut juga mampu membantu proses perangsangan awal saat terbentuknya tubuh buah jamur.

3. Udara

Faktor selanjutnya yang juga turut berpengaruh pada pertumbuhan jamur tiram adalah udara. Untuk pertumbuhan yang optimal, jamur tiram memerlukan oksigen ataupun udara yang cukup. Hal tersebut untuk menghindari risiko tubuh buah jamur menjadi kecil dan abnormal apabila kekurangan oksigen.

Tubuh buah jamur yang kekurangan oksigen akan mudah dan cepat layu atau bahkan mati. Begitu pula apabila kandungan karbon dioksida yang diserap oleh jamur terlalu banyak, maka dapat menyebabkan jamur tumbuh secara abnormal.

Direkomendasikan agar Anda menggunakan ventilasi udara pada lokasi penanaman jamur tiram. Hal tersebut berguna untuk menjaga pertukaran udara yang keluar masuk agar dapat berjalan dengan baik. Usahakan juga agar kandungan atau konsentrasi karbon dioksida tidak melebihi 0,02%.

4. Derajat Keasaman (pH)

Derajat keasaman atau pH juga harus Anda perhatikan dalam proses pertumbuhan jamur tiram. Nilai pH yang dianjurkan berkisar di antara 6,8 hingga 7. pH yang terlalu rendah dapat membuat pertumbuhan jamur terganggu, sementara pH yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan sistem metabolisme jamur menjadi tidak efektif dan dapat berujung pada kematian.

5. Kelembaban

Pada saat proses inkubasi, usahakan agar tingkat kelembaban berada pada titik 50% hingga 60%. Lalu pada saat proses pembentukan tubuh buah, usahakan agar tingkat kelembaban berada di angka 90% hingga 95%. Apabila kelembaban kurang, biasanya substrat dari tanaman jamur akan mudah mengering.

Mau Mulai Usaha Budidaya, Tapi Nggak Mau Repot? 

Tanpa perlu punya lahan dan alat-alat, jika Anda memiliki modal dari Rp 100 ribu saja Anda bisa mencoba merasakan keuntungan dari usaha budidaya! Caranya mudah, Anda hanya perlu memilih proyek budidaya yang Anda minati di TaniFund, pahami proyek dan lakukan analisa untuk memahami risiko, lalu menyalurkan pendanaan. Rata-rata pengembalian bunga 14.22% p.a. dan Anda bisa merasakan manfaatnya setiap bulan atau akhir periode proyek, tergatung dari tipe proyeknya.

P2P lending TaniFund platform yang mempertemukan pembudidaya dengan para pemilik modal. Kunjungi website TaniFund, kenali dan pelajari berbagai prospek pengembangan bisnis budidaya melalui laman proyek budidaya atau aplikasi TaniFund.

Baca juga: Capai Kebebasan Finansial Lewat Langkah Sosial!