Bisnis Tanaman Hidroponik Semakin Digemari! 

Bisnis tanaman hidroponik menjadi salah satu ide bisnis yang dapat memberikan Anda banyak keuntungan. Banyak para pengusaha atau bahkan ibu rumah tangga yang menjajal bisnis ini karena melihat prospeknya yang menjanjikan. Meskipun bukan bisnis baru, namun seiring berkembangnya zaman bisnis ini semakin banyak peminatnya.

Menanam tanaman hidroponik sendiri memiliki banyak keuntungan, lho! Kondisi sayuran yang Anda hasilkan lebih sehat dan tentunya higienis. Hidroponik atau hydroponic secara harfiah berarti Hydro= air, dan phonic= pengerjaan. Sehingga secara umum berarti sistem budidaya pertanian tanpa menggunakan tanah tetapi menggunakan air yang berisi larutan nutrient. Budidaya hidroponik biasanya dilakukan di dalam rumah kaca (greenhouse) untuk menjaga supaya pertumbuhan tanaman secara optimal dan terlindungi.

Sebelum memulai bisnis tanaman hidroponik, alangkah baiknya jika Anda terlebih dahulu memahami sejarah tanaman hidroponik. Tentunya hal ini akan sangat membantu Anda dalam menjalankan bisnis tanaman hidroponik tersebut. Yuk, simak ulasannya!

Sejarah Tanaman Hidroponik

Percobaan menanam tanpa media tanah yang pertama kali tercatat dalam sejarah terdapat pada buku karya Francis Bacon berjudul Sylvia Sylvarum atau A Natural History. Buku yang dirilis pada tahun 1627 ini pun menjadi dasar diadakannya penelitian lebih lanjut mengenai cara menanam hidroponik di tahun-tahun berikutnya.

Singkatnya, pada tahun 1929  ahli tanaman dari Universitas California di Berkeley yang bernama William Frederick Gericke mulai mempromosikan teknik menanam solution culture guna kepentingan produksi pertanian. Awalnya ia menggunakan nama ‘aquaculture’ untuk metode ini, namun kemudian dia menyadari bahwa nama itu telah digunakan untuk metode lainnya.

William Frederick Gericke membuat sensasi dengan hasil tanaman tomatnya setinggi 7,6 meter. Ia menanam tomat di halaman belakang rumahnya hanya dengan menggunakan air. Akhirnya pada tahun 1937, seorang psikolog bernama W. A. Setchell mengusulkan istilah hidroponik pada Gericke. Namun pada saat itu Gericke berpikir bahwa teknik ini belum benar-benar siap untuk diaplikasikan.

Teknik Gericke menimbulkan rasa ingin tahu dan penasaran, sehingga ia mendapat permintaan untuk memberi informasi lanjutan mengenai hidroponik. Gericke menolak permintaan melakukan penelitian lebih lanjut di rumah kaca milik universitas, karena Gericke merasa pemerintah skeptis akan sistem yang ia kembangkan.

Akhirnya, Gericke diberi sarana rumah kaca dan waktu yang cukup untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Namun di saat yang sama, Universitas California juga menugaskan Hoagland dan Arnon untuk mengevaluasi penemuan Gericke. Keduanya berpendapat bahwa teknik yang dilakukan Gericke tidak membawa keuntungan bagi tanaman. 

Perseteruan keduanya justru berdampak positif, karena Hoagland akhirnya menemukan cara pemberian nutrisi bagi tanaman yang dibudidayakan dengan cara hidroponik. Sehingga teknik awal milik Gericke dapat dikombinasikan dengan teknik Hoagland untuk menghasilkan tanaman yang berkualitas.

Hidroponik di Indonesia

Informasi tentang perkembangan sistem hidroponik di Indonesia masih sangat minim, hal ini disebabkan oleh kurangnya penyuluhan tentang kelebihan sistem hidroponik pada lahan sempit. Hidroponik membutuhkan produk yang mutakhir, pendanaan, serta keahlian yang khusus. 

Faktor tersebut yang menghambat peluang pertanian secara hidroponik. Meskipun begitu, sudah ada pengusaha hidroponik Indonesia yang berhasil mengekspor hasil kebunnya. Hal ini juga tentu didorong oleh adanya kemajuan teknologi saat ini.

Dahulu penanaman hidroponik hanya berkutat pada wilayah Jabodetabek. Namun kini di Jawa Barat, penanaman hidroponik sederhana dapat dilihat di daerah Lembang, Purwakarta, dan Garut. Sedangkan di Jawa Timur dapat ditemukan di Nongkojajar (Pasuruan) dan Batu (Malang).

Bisnis Tanaman Hidroponik di Indonesia

Indonesia adalah negara agraris yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian di sektor pertanian. Pertanian merupakan sektor yang penting bagi keberlangsungan hidup masyarakat Indonesia. Tak hanya sebagai mata pencaharian, namun juga untuk memenuhi kebutuhan sandang dan pangan. 

Berbeda dengan bisnis pertanian pada lahan konvensional, Anda bisa merambah bisnis tanaman hidroponik yang satu ini. Perbedaannya adalah disini Anda akan menggunakan media tanam khusus. Hal itu agar tanaman dapat tumbuh dengan baik pada lahan yang terbatas.

Peluang bisnis tanaman hidroponik juga cukup menjanjikan. Salah satunya karena adanya kesadaran untuk gaya hidup sehat. Gaya hidup sehat dapat diawali dengan menjaga kehijauan lingkungan rumah, seperti memanfaatkan halaman maupun ruang terbuka lainnya sebagai tempat untuk berkebun.

Banyak pengusaha sukses tanaman hidroponik ini berawal dari hobi mereka menanam dan merawat tanaman. Tapi siapa yang mengira, jika hobi tersebut dapat membuatnya mendulang keuntungan yang menggiurkan tiap bulannya. Menarik ya?

Tips Bisnis Tanaman Hidroponik

Jika Anda menjadikan tanaman hidroponik sebagai bisnis yang akan Anda geluti, tentunya akan sangat menguntungkan. Namun, Anda juga perlu memperhatikan tips berikut. Hal ini untuk mencegah terjadinya kegagalan dalam berbisnis yang akan membuat Anda rugi.

1. Lakukan Penyusunan Rencana yang Matang

Tak hanya dalam bisnis tanaman hidroponik, Anda juga harus melakukan penyusunan rencana yang matang untuk bisnis apapun yang akan Anda jalani. Dengan adanya perencanaan yang matang Anda bisa meminimalisir berbagai risiko buruk yang mungkin saja terjadi.

Penyusunan rencana yang matang juga akan membantu Anda dalam memetakan secara  spesifik yang akan Anda jalankan. Berikut ini beberapa topik yang bisa  Anda susun.

  • Tentukan modal awal dan biaya selanjutnya.
  • Tentukan target pasar Anda.
  • Pikirkan strategi marketing yang tepat.
  • Buatlah branding usaha.
  • Pisahkan aset pribadi dan aset  usaha.

2. Siapkan Akuntansi Bisnis

Mencatat berbagai pengeluaran dan sumber pendapatan sangat penting untuk memahami kinerja keuangan bisnis. Selain itu juga dapat membantu Anda dalam menyederhanakan pengajuan pajak tahunan. Maka dari itu, lakukanlah pencatatan dengan cermat. Jika suatu saat bisnis Anda laku, maka ada baiknya untuk menggunakan sistem pengaturan keuangan. Dalam hal ini Anda bisa mengajukan pinjaman untuk membiayai perkembangan bisnis dan faktur penjualan.

3. Ciptakan Brand

Maraknya bisnis tanaman hidroponik yang kini beredar akan membuat bisnis Anda memiliki banyak saingan. Penting  bagi Anda untuk menciptakan brand usaha yang mudah diingat dan unik. Branding yang kuat akan membuat bisnis Anda lebih menonjol dari para  pesaing.

4. Gunakan Platform Media Sosial atau E-Commerce

Perkembangan teknologi saat ini tentu akan sia-sia jika tak dimanfaatkan  dengan baik. Nah, untuk itu Anda bisa memanfaatkannya untuk mengembangkan bisnis Anda dengan menghadirkan berbagai fitur dan produk yang beragam. Jika memiliki modal usaha lebih, Anda bisa menggunakan jasa influencer.

Namun jika tidak, Anda  bisa mempromosikannya melalui platform media sosial pribadi Anda atau melakukan iklan. Setelah itu, Anda bisa meminta bantuan teman-teman Anda untuk bantu menyebarluaskannya. Tentunya hal ini akan menghemat budget yang harus Anda keluarkan.

5. Sediakan Kontak Bisnis

Menyiapkan kontak bisnis menjadi salah satu cara terbaik untuk menjaga kehidupan pribadi dan bisnis tetap terpisah. Selain itu juga dapat membantu membuat bisnis lebih otomatis, memberikan legitimasi bisnis, dan memudahkan calon pelanggan untuk menemukan dan menghubungi.

Tertarik untuk Memulai Bisnis Tanaman Hidroponik?

Bisnis tanaman hidroponik tentu menjadi bisnis yang dapat menguntungkan tergantung bagaimana Anda memanfaatkan peluang dalam mengelolanya. Perhatikan juga proses branding hingga manajemen keuangan dan faktur yang baik. 

TaniFund adalah platform P2P lending Agrikultur yang sudah mengantongi perizinan dan lisensi dari OJK tahun 2021 lalu dengan surat izin KEP-64/D.05/2021. Untuk Anda yang sedang mengembangkan bisnis UMKM sektor pangan pun jangan ragu untuk mengajukan pinjaman modal usaha

Proses pendanaan di TaniFund dilakukan dengan melewati lebih dari 10 tahapan credit scoring, sehingga buatlah bisnis Anda semenarik mungkin dengan tindakan yang realistis dan mudah untuk dieksekusi. 

Jangan lupa ajukan dan tunggu hingga 10 hari untuk proses pengajuan proposal. Mari bersama kita kontribusi mensejahterakan para petani dan memajukan sektor pertanian dan UMKM Indonesia. Tunggu apa lagi? Daftarkan bisnis Anda sekarang!