Prospektus adalah dokumen resmi yang wajib dimiliki oleh emiten yang sudah memiliki lisensi OJK. Didalamnya terdapat informasi seputar profil dan laporan tahunan perusahaan. Prospektus juga membantu para investor untuk menganalisa gambaran dan sistem saham yang ditawarkan kepada publik. 

Secara garis besarnya prospektus ini adalah gambaran kondisi perusahaan secara lengkap. Sehingga, keberadaan prospektus pada instrumen pendanaan dapat membantu Anda untuk mendapatkan saham-saham atau profil perusahaan yang high value

Bicara saham, tentu saja ada baiknya menganalisa saham-saham yang emitennya bergerak menuju atau sudah IPO (Initial Public Offering). Biasanya emiten perdana menuju IPO meluncurkan prospektus dan akan mendapatkan berbagai penawaran dari emiten. Harapannya adalah investor dapat mendapatkan high return. Namun, jangan hanya berpaku pada IPO saja, ada hal penting yang wajib Anda pahami saat membaca prospektus! 

Jenis- Jenis Prospektus

Ada beberapa jenis prospektus dalam dunia saham, masing-masing prospektus memiliki fungsi tersendiri. Sebenarnya, secara keseluruhan isi tetap sama. Namun, ini dia beberapa jenis prospektus yang wajib Anda kenali: 

  • Prospektus Awal 

Prospektus awal adalah prospektus yang berisi tentang dokumen tertulis yang berisikan tentang semua isi yang diperlukan misalnya seperti nilai nominal, jumlah dan rentan harga efek yang ditawarkan, suku bunga hingga beberapa persyaratan penawaran yang belum dapat ditentukan. Dalam prospektus awal ini Anda bisa lebih membaca mengenai latar belakang perusahaan dan totalan saham yang diterbitkan dan diperdagangkan. Penawaran saham yang nantinya bersifat terbuka atau tertutup. Hingga nama pejabat perusahaan dan nama bank ataupun perusahaan keuangan yang menjadi sistem penjamin emisi efek.

  • Prospektus Ringkas 

Pada prospektus ringkas ini berisi penawaran hingga keuntungan dari memilih perusahaan tersebut untuk didanai. Biasanya informasi yang tertera masih sama seperti apa yang ada pada prospektus awal. Hanya saja bahasa yang tertera disini lebih komunikatif untuk menjadi bahan pertimbangan calon investor. 

  • Prospektus Final atau Prospektus Akhir

Pada prospektus final atau akhir ini berisi tentang info mendetail terkait penawaran, rencana penggunaan dana, hingga informasi entitas perusahaan, pernyataan utang dan analisis pembahasan oleh manajemen.  

Jika sudah memahami secara jelas dan detail, ada baiknya untuk memastikan proses analisa berjalan dengan baik. Sehingga Anda dapat mengambil langkah tepat untuk mulai mendanai proyek atau saham yang ada.

Bagaimana Cara Membaca Prospektus ? 

Prospektus adalah bukti dari apa jenis perusahaan dan bagaimana perusahaan berkembang. Sehingga sebagai calon investor yang biasanya akan melakukan analisa lebih dalam untuk memastikan apakah perusahaan dengan segala kondisinya layak untuk dijadikan objek investasi. Berikut tips untuk membaca prospektus bagi Anda pemula! 

1. Pastikan OJK

Jika Anda mendanai atau melakukan investasi terhadap suatu instrumen keuangan pastikan bahwa instrumen tersebut sudah lulus dan berlisensi OJK. Jadi, Anda tidak membuang waktu jika pada akhirnya Anda tahu bahwa instrumen keuangan ternyata belum berlisensikan OJK. 

2. Perhatikan Rekam Jejak Perusahaan

Anda dapat melihat dengan singkat profil dan bidang usaha sebuah perusahaan. Dengan begini sebagai investor Anda yakin membeli karena nilai dan kualitas perusahaan kedepannya. Mengingat maraknya kasus penipuan terhadap saham dan trading akhir-akhir ini dengan nominal yang tidak sedikit. Jadi, untuk itu Anda perlu menganalisa perusahaan menjadi hal penting untuk diteliti.

3. Tujuan IPO atau Pendanaan 

Kenali lebih lanjut tujuan suatu emiten terbuka terhadap pasar IPO, pahami apa yang menjadi masalah, kebutuhan hingga prospek penggunaan dana. Anda bisa menganalisanya melalui pengeluaran yang sudah dilalui perusahaan. Sehingga, ke depannya Anda yakin jelas fungsi dana tidak disalahgunakan. Hal ini juga membantu Anda meminimalisir kesalahan. 

4. Perhatikan Saham 

Nilai nominal saham dan harga penawaran adalah dua hal yang wajib Anda perhatikan. Saat melihatnya pastikan berapa saham terbuka yang ditawarkan kepada para pembeli. Ingat bahwa pasar saham adalah pasar yang fluktuatif. Sehingga, nominal saham bisa saja berbeda dengan harga penawaran. Untuk itu pastikan dengan baik hal-hal berikut: 

  • Semakin besar persebaran dan pembukaan pasar modal saham maka semakin besar aktivitas perekonomian perusahaan. 
  • Semakin besar bagian saham yang diterima, maka semakin besar dividen yang akan Anda terima. Semua bergantung pada keadaan pasar. 
  • Perhatikan tanggal akhir penjatahan, ini adalah pengumuman pembagian saham. 
  • Tanggal pengembalian pesanan pada individu yang menerima penjatahan dan melakukan investasi. 
  • Tanggal pencatatan berarti tanggal dimana saham sudah tercatat pada Bursa Efek. Ini menandakan saham sudah dapat diperdagangkan. 

5. Agen-agen Penjual 

Jangan lupa untuk mencatat nomor agen yang memasarkan saham pada penawaran umum. Sehingga sewaktu-waktu terjadi permasalah terhadap pencairan, Anda dapat berkonsultasi. Jadi, pastikan untuk mencatat atau bahkan mengikuti komunitas saham supaya Anda dapat lebih terkontrol. 

Apakah Bermain Saham Itu Menguntungkan? 

Memilih instrumen keuangan untuk dijadikan tempat berinvestasi atau melakukan pendanaan yang aman adalah prioritas untuk masa depanmu. Jadi, hindari terlibat dengan saran atau opini publik hingga FOMO saat hendak memilih saham. Ada hal penting yang wajib Anda jawab dan pahami yaitu: 

1. Landasan Fundamental Memilih Saham

Ingatkan diri bahwa saham digunakan untuk melihat pilihan jangka panjang. Jadi, jika orientasi Anda adalah keuntungan dalam waktu singkat, maka saham bukanlah jenis investasi yang dapat diandalkan. Beda halnya dengan pasar uang reksadana, obligasi hingga P2P Lending, seluruh instrumen ini cocok untuk Anda yang memang melakukan investasi jangka pendek yang menghasilkan. 

2. High Risk High Return

Dalam dunia investasi, perkara high risk high return adalah hal yang patut dimengerti bahwa setiap adanya investasi besar, kemungkinan besar juga Anda akan menghadapi risiko yang besar. Untuk itu penting sekali memilih instrumen dan tempat sekuritas yang aman. Dengan begitu Anda tidak perlu khawatir saat terjadinya penurunan harga saham sewaktu-waktu. 

3. Beli Saham di Harga Rendah 

Jika Anda ingin lebih untung di jangka waktu yang panjang, setelah melakukan analisa terhadap perusahaan dengan saksama, Anda mulailah mempertimbangkan membelinya di harga termurah. Saat membeli saham ada baiknya mempertimbangkan industri yang bergerak dalam sektor konsumsi, teknologi, perbankan hingga komunikasi. Ketiga hal ini adalah sektor yang tergolong tidak begitu mengalami terpaan kencang saat kondisi perekonomian yang sulit. 

4. Kenali Indeks Saham 

Jika kita pemula dalam dunia saham ada baiknya Anda memilih saham yang berasal dari indeks LQ45 dan IDX30. Pada Indeks LQ45 saham yang dihadirkan adalah saham-saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar sejumlah 45 saham emiten tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Sedangkan IDX30 memuat hanya 30 saham emiten yang sudah melalui proses ketat. Dari segi likuiditas IDX30 justru lebih tinggi dibandingkan LQ45. Tujuannya dibuat demikian, LQ45 diperuntukkan menganalisa pasar modal dan industri apa saja yang sedang aktif diperdagangkan. Sehingga para analisator mampu memahami trend dalam pasar. 

5. Pergerakan 

PerekonomianSaat ingin mendanai, Anda wajib memahami pergerakan perekonomian secara global hingga sentimen publik saat ini. Hal demikian dapat mempengaruhi laju keuntungan yang dihasilkan. Sehingga, untuk memantau situasi politik saat ini adalah sebuah keharusan. Jadi, dengan keadaan pasar, Anda mampu memprediksi pergerakan indeks saham. Kapan Anda wajib melepas atau bahkan tetap mempertahankan. 

6. Gunakan Uang Dingin

Apa yang dimaksud dengan uang dingin? Nah, banyak dari para anak muda yang belum memiliki penghasilan tetap terlalu tergesah-gesah menginvestasikan seluruh keuangannya pada pasar saham. Nah, inilah yang tidak banyak dipahami oleh anak muda. Seharusnya, berinvestasi atau melakukan pendanaan Anda menggunakan uang yang berlebih yang memang fungsinya tidak dialokasikan untuk kegiatan atau keperluan apapun. 

Jadi, saat terjadi kerugian atau harga saham menurun, Anda tidak merasa kebingungan. Namun, sudah sebaiknya sejak muda mulai melakukan pendanaan merencanakan resolusi keuangan dengan bijak! 

Meminimalisir Risiko dengan Memahami Keunggulan Produk! 

Prospektus adalah dokumen paling penting yang Anda dapat gunakan untuk memahami proyek yang Anda pilih untuk danai. Namun, sebelum menentukan proyek mana yang tepat, Anda wajib memilih jenis instrumen keuangan apa hingga alasan dibalik memilihnya. 

Setelahnya, Anda dapat mulai memilih perusahaan hingga sekuritas apa yang cocok untuk Anda gunakan. Ingat bijak memilih platform, berarti Anda sudah selangkah lebih maju dalam mengatur resolusi keuangan Anda. 

Pilihlah proyek yang memiliki tujuan jangka panjang yang kuat dan sifatnya fundamental berguna untuk hidup masyarakat. Dengan begini, Anda dapat tahu bahwa produk tersebut akan selalu digunakan dan dibutuhkan. 

TaniFund adalah platform P2P lending agrikultur yang bergerak menjadi platform yang mempertemukan peminjam dan pendana untuk mengembangkan berbagai usaha pertanian dan pangan. Mulai melakukan pendanaan dengan cermat dengan memahami risiko pendanaan melalui pemilihan proyek dan analisis prospektus yang tepat pada Proyek Pendanaan Budidaya, Pertanian & UMKM Pangan. Semua bisa dimulai dari Rp100.000!