Cara investasi uang untuk pelajar dan mahasiswa tentunya tidak sulit dan masih sangat memungkinkan. Akan jauh lebih menguntungkan jika sebagai pelajar Anda bisa mendapatkan penghasilan tetap setiap bulannya. Tentunya Anda bisa memaksimalkannya melalui mencoba dan membuka berbagai peluang usaha yang menguntungkan namun bermodal kecil

Bagi kebanyakan orang mungkin mempelajari bagaimana cara investasi tampak menakutkan padahal tidak, lho! Menginvestasikan uang Anda sebenarnya memiliki cara yang lebih mudah dari pada yang Anda pikirkan. Setiap orang dapat mulai berinvestasi tanpa harus memerhatikan berapa jumlah penghasilannya. Berikut adalah beberapa cara, langkah hingga tips untuk melakukan investasi!

Apa Itu Investasi?

Nah, untuk Anda pemula apalagi pelajar dan mahasiswa tentunya memulai untuk mempelajari berinvestasi adalah suatu hal yang sangat menguntungkan. Selain mendapatkan pengalaman lebih awal sejak dini, Anda dapat menjadi lebih melek secara finansial. Dengan begitu harapan yang dapat kita harapkan adalah Anda dapat memiliki banyak waktu untuk beristirahat di usia lebih awal. 

Investasi sendiri jika diartikan secara harfiah adalah segala cara untuk menyisihkan uang Anda agar uang tersebut dapat bekerja dan bertambah dengan sendirinya. Hasil dari investasi biasanya dapat mulai Anda tuai di masa depan atau dalam jangka waktu tertentu. Investasi sendiri banyak dijadikan sebagai sarana dalam menabung atau menyimpan uang yang berlebih dari penghasilan Anda.

Seorang Investor legendaris Warren Buffet pernah mendefinisikan investasi sebagai sebuah proses dalam mengeluarkan uang di masa sekarang dengan harapan atau ekspektasi untuk mendapatkan lebih banyak uang di masa yang akan datang. Sebenarnya dapat disimpulkan bahwa tujuan dari investasi adalah menempatkan uang Anda untuk bisa bekerja dengan sendirinya pada salah satu jenis ataupun tipe investasi dengan harapan uang Anda akan bertambah dari waktu ke waktu.

Lain halnya dengan uang yang digunakan untuk keperluan konsumsi yang akan habis dalam sekali pakai, uang yang Anda gunakan dengan berbagai cara investasi memiliki kecenderungan serta kemungkinan untuk bertambah dari waktu ke waktu. Namun, yang perlu diingat bahwa dalam berinvestasi juga terdapat kemungkinan Anda mengalami kerugian.

Menurut data yang dikeluarkan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia atau KSEI pada akhir tahun 2020 terdapat Single Investor Identification atau jumlah investor sebanyak 3,87 juta yang tercatat dalam pasar modal domestik. Angka tersebut tercatat meningkat sejumlah 56% jika dibandingkan dengan data dari akhir tahun 2019. Dari total keseluruhan jumlah investor, tercatat bahwa hampir separuhnya berasal dari kalangan umur di bawah 30 tahun.

Jadi, bagaimana? Sudahkah Anda merencanakan seperti apa Anda di masa yang akan mendatang nanti? Sudah sewajarnya sejak dini di era digital ini untuk melek finansia. Yuk, kupas tuntang dibawah ini bagaimana cara investasi yang cocok dilakukan untuk para pemula!

Cara Investasi yang Cocok Dilakukan untuk Pemula

Prinsip Pareto 80% 20% yang ditemukan oleh Vilfredo Pareto ini juga dapat diterapkan dalam manajemen keuangan. Jadi jika Anda memiliki penghasilan ada baiknya belajar menyisihkan 20% keuangan Anda untuk melakukan investasi dengan berorientasi pada passive income. Berikut adalah beberapa cara investasi uang untuk pelajar dan mahasiswa, yuk kenali dulu prinsip pentingnya! 

1. Pahami Konsep serta Risiko dalam Berinvestasi

Hal pertama yang harus Anda pahami sebagai pemula adalah bahwa berinvestasi memiliki risiko yang berbanding lurus dengan imbal hasil yang bisa Anda dapat. Semakin tinggi keuntungan yang bisa Anda dapat, risiko yang hadir pun akan semakin tinggi. Begitu pula sebaliknya.

Sebelum Anda benar-benar memulai investasi, sebaiknya Anda memahami serta mengenali profil risiko investasi yang cocok dengan kondisi dan tujuan finansial Anda. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal dengan risiko kerugian seminimal mungkin. Berikut ini adalah beberapa jenis risiko investasi yang harus Anda ketahui:

  • Risiko Pasar
    Risiko pasar biasanya disebabkan karena adanya fluktuasi (naik turun) nilai aset yang berada di pasar. Fluktuasi tersebut dapat terjadi karena beberapa kondisi seperti perubahan politik, inflasi, kerusuhan, dll. Risiko pasar sendiri dapat mengakibatkan investor harus mengalami kerugian karena penurunan modal (capital loss).
  • Risiko Likuiditas
    Jenis risiko investasi yang kedua adalah risiko likuiditas. Jenis risiko ini ditimbulkan karena kesulitan akan ketersediaan uang tunai dalam suatu periode waktu tertentu. Hal tersebut dapat terjadi apabila dari pihak penghutang tidak mampu menjual asetnya karena tidak ada pihak yang berminat untuk membelinya di pasaran.
  • Risiko Negara
    Risiko negara atau yang juga biasa disebut dengan risiko politik penting untuk Anda pahami jika ingin berinvestasi di negara lain. Risiko ini memiliki kaitan yang erat dengan berbagai aktivitas serta kondisi politik yang terjadi dalam sebuah negara. Oleh karena itu, Anda harus memahami betul bagaimana situasi politik negara dimana Anda melakukan investasi.
  • Risiko Suku Bunga
    Risiko yang selanjutnya adalah risiko suku bunga. Peningkatan suku bunga sendiri bisa menyebabkan menurunnya nilai relatif dari aset berbunga seperti obligasi atau pinjaman. Hal tersebut dapat membuat keuntungan investasi serta nilai obligasi Anda sebagai investor mengalami penurunan, begitu pula sebaliknya.
  • Risiko Inflasi
    Risiko inflasi atau yang biasa disebut juga sebagai risiko daya beli merupakan jenis risiko yang disebabkan oleh pengaruh inflasi. Hal tersebut dapat berpengaruh pada daya beli yang berujung pada nilai investasi kas yang menurun di masa yang akan datang. Risiko yang satu ini juga dapat berakibat pada menurunnya daya beli masyarakat yang disebabkan karena kenaikan harga rata-rata yang berada diatas harga konsumsi normal.
  • Risiko Valuta Asing
    Risiko valuta asing atau risiko nilai tukar mata uang merupakan jenis risiko jangka pendek. Biasanya disebabkan karena fluktuasi kurs mata uang pada suatu negara terhadap kurs mata uang asing atau negara lain. Risiko valuta asing (currency risk) akan terjadi apabila perubahan valuta asing yang berada di pasaran tidak sesuai dengan harapan saat dikonversikan ke mata uang rupiah.
  • Risiko Reinvestasi
    Risiko reinvestasi dapat terjadi apabila pendapatan dari suatu aset investasi mengharuskan Anda untuk kembali menginvestasikan aset tersebut. Keuntungan yang bisa Anda dapatkan biasanya akan bernilai lebih kecil setelah melalui proses reinvestasi ke dalam produk investasi baru.

2. Mulai Sejak Dini 

Bicara investasi, ini adalah hal yang sangat mudah untuk dilakukan, apalagi jika Anda masih muda. Mulai mempelajari investasi dan instrumennya sejak dini dapat membuat Anda dari waktu ke waktu menjadi lebih pandai dan lihai melihat peluang-peluang. Selain itu efek yang dimiliki jika berinvestasi adalah compounding effect, istilah yang dikenal dengan bunga bergulung atau bunga berbunga. Sehingga, memulai sejak dini berinvestasi tentunya akan membuat tabungan Anda semakin lama semakin meningkat.  

3. Tentukan Tujuan Finansial Anda

Proses awal dalam mencari tahu bagaimana cara investasi dimulai dengan menentukan terlebih dahulu tujuan dari alur finansial Anda. Hal ini bertujuan agar Anda tahu tujuan utama, waktu yang Anda ingin keluarkan, serta sebesar apa tingkat kenyamanan Anda terhadap risiko investasi yang mungkin akan dialami di masa yang akan datang.

Tujuan finansial sebenarnya terbagi ke dalam 2 kategori umum, yaitu tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek. Untuk tujuan jangka pendek sendiri sebaiknya tidak dialokasikan untuk investasi karena sifatnya yang cenderung cepat dalam mengalami perubahan. Jadi, bisa saja Anda tidak melihat adanya keuntungan dalam waktu dekat. 

Jika Anda memiliki tujuan finansial jangka panjang, berinvestasi merupakan cara yang tepat dalam mengalokasikan atau menyimpan dana Anda. Biasanya orang-orang yang melakukan investasi memiliki tujuan umum seperti biaya membeli rumah, liburan impian, ataupun sebagai tabungan di masa tua.

4. Menentukan Jangka Waktu

Menentukan jangka waktu adalah cara terbaik untuk mendorong Anda memulai untuk berinvestasi. Saat Anda memahami target apa yang hendak Anda raih dalam jangka waktu tertentu, Anda menjadi lebih percaya diri dengan jenis instrumen investasi yang Anda pilih. 

Dengan demikian Anda menjadi lebih efisien karena sudah menentukan kurun waktu dan jumlah yang Anda harapkan. Jika Anda memulai berinvestasi dengan masukkannya dalam instrumen saham, maka ideal jangka panjang yang dapat harapkan untuk mengambilnya adalah tahun ke-5.

5. Tentukan Bantuan yang Ingin Anda Gunakan

Langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan setelah mengetahui secara jelas tujuan finansial Anda adalah menentukan secara spesifik cara-cara investasi yang ingin dilakukan. Hal tersebut mencakup jenis akun, tempat berinvestasi terbaik, hingga ke instrumen yang akan Anda gunakan. Selain itu, Anda juga dapat memilih untuk melakukan seluruh proses investasi seorang diri ataupun menggunakan jasa serta bantuan profesional.

Saat ini telah banyak bermunculan layanan manajemen portofolio otomatis atau yang biasa dikenal dengan sebutan robo-advisor. Robo-advisor sendiri merupakan layanan online yang bekerja dengan menggunakan algoritma komputer serta perangkat lunak yang canggih untuk membangun serta mengelola portofolio investasi Anda. Berbagai pelayanan seperti penyeimbangan ulang nilai investasi hingga ke pengoptimalan pajak investasi bisa Anda dapatkan dengan menggunakan robo-advisor.

6. Tentukan Instrumen Investasi Anda

Direkomendasikan agar Anda memilih instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan finansial serta profil risiko Anda. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan hasil yang lebih efektif dalam mencapai target dana yang sudah Anda tentukan. Terdapat 3 profil risiko, yaitu investor konservatif, moderat, serta agresif.

Investor konservatif sendiri cenderung lebih menyukai tipe investasi yang stabil. Kemudian untuk investor moderat merupakan tipe investor yang masih mau menerima fluktuasi harga. Tipe yang terakhir adalah investor agresif yang siap mengambil risiko besar dengan peluang mendapatkan keuntungan yang sangat tinggi pula.

7. Buka dan Mulai Rekening Investasi Anda

Rekening investasi merupakan hal selanjutnya yang harus Anda miliki. Anda dapat memulai dengan mendaftarkan diri di salah satu lembaga keuangan yang tepat seperti perusahaan sekuritas ataupun perusahaan manajer investasi. Beberapa hal yang harus Anda siapkan untuk bisa membuka rekening investasi, antara lain:

  • Kartu Identitas Pribadi
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Nomor Rekening Bank
  • Formulir Initial Investment yang Telah Dilengkapi
  • Syarat-Syarat Lainnya yang Sesuai dengan Ketentuan Lembaga Keuangan Terkait.

8. Lanjutkan Investasi secara Teratur dan Disiplin

Untuk bisa mengoptimalkan aktivitas investasi Anda, Anda harus selalu memantau pergerakan serta perkembangan investasi Anda secara periodik. Jangan lupa pula untuk selalu melakukan evaluasi kinerja investasi yang sudah Anda jalankan secara berkala. 

9. Dapatkan Pendapatan Tetap 

Hindari melakukan investasi dengan menggunakan dana pinjaman apalagi menggunakan dana darurat. Jadi jika Anda memang berniat untuk melakukan investasi, maka ada baiknya untuk benar-benar memanfaatkan usaha dengan baik. Sehingga, setiap bulannya Anda dapat berinvestasi. Menariknya investasi memiliki sifat compounding, jadi jika Anda memulai lebih dini tentunya keuntungan di hari depan kemungkinan bisa lebih besar dibandingkan dengan sebagian orang yang baru memulai bisnis dengan jumlah uang yang besar. Jadi, mulailah menjajakan instrumen keuangan apa yang cocok untuk Anda tempat berinvestasi. 

10. Hindari FOMO & Berlebihan 

Impulsif adalah suatu hal yang patut dijauhkan dari kepribadian Anda, apalagi jika sifat impulsif yang Anda timbulkan datangnya dengan tujuan yang tidak jelas. Untuk itu, saat hendak melakukan investasi apalagi Anda sebagai mahasiswa apalagi pelajar. Ada baiknya untuk tidak mengikuti teman-teman Anda. FOMO (Fear of Missing Out) ini bisa membuat Anda terjebak dalam satu sistem finansial yang buruk. Sehingga, ada baiknya mempelajari risiko, profil perusahaan hingga bagaimana prospek atau masa depan dari pasar tersebut di dalam pasaran. 

Jenis-jenis Investasi yang Cocok Dilakukan untuk Mahasiswa 

Bagi sebagian mahasiswa yang memiliki arus keuangan tidak menetap, ada baiknya jika Anda menyesuaikan terlebih dahulu keuangan, kebutuhan hingga jenis instrumen keuangan apa yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Ingatkan diri bahwa saat memulai berinvestasi ada hal yang wajib Anda perhatikan yaitu risiko, dalam dunia investasi dan sudah mengetahui adanya teori high risk, high return. Nah, mencegah adanya rugi berkepanjangan berikut adalah beberapa jenis-jenis investasi yang cocok untuk mahasiswa yaitu: 

1. Reksadana

Reksadana memiliki beberapa bagian didalamnya, instrumen keuangan yang satu ini sesuai dan cocok untuk Anda mahasiswa atau pelajar. Pertimbangan utamanya tentu mengenai waktu, penghasilan dan inflasi. Nah, jika Anda berinvestasi pada reksadana seharusnya Anda tidak harus khawatir dengan inflasi asalkan Anda mengatur investasi dengan jangka waktu 5 tahun ke depan.

Reksadana yang cocok untuk dikembangkan adalah reksadana pasar uang dan obligasi. Dua hal ini memiliki tingkat resiko yang cukup terukur, ketimbang memilih reksadana saham. Ada beberapa yang hal patut Anda uji dan analisa indikator seperti AUM (Asset Under Management), Expense Ratio (beban operasional yang dikendalikan oleh manajer investasi), CAGR (Compound Annual Growth Rate) yang berarti kinerja reksa dalam 1, 3, 5 tahun hingga informasi seputar kebijakan BI Rate. 

2. P2P Lending 

P2P lending adalah salah satu instrumen pendanaan yang dapat memberikan tingkat pengembalian yang cukup tinggi. Biasanya pengembalian dapat lebih dari 12%. Jika Anda mampu menganalisa dengan baik, tentu saja keuntungan akan semakin banyak diraih melalui berbagai proses diversifikasi proyek. 

Secara fungsi P2P lending ini adalah platform yang mempertemukan pendana (lender) dengan para peminjam (borrower) uang. Dimana para peminjam uang memiliki suatu proyek bisnis ataupun keperluan lainnya yang mendesak dan sangat membutuhkan pinjaman dana cepat. Nah, jika Anda sebagai mahasiswa ada baiknya untuk melihat proyek-proyek usaha yang akan didanai. Pelajari dan fokuskan apa saja yang bisa menjadi kendala, seperti apa proyeksi pasar kedepannya hingga kendala pengembalian uang. 

3. Bisnis Franchise F&B

Investasi bisnis dengan membuka franchise adalah salah satu hal yang bagus untuk mendapatkan keuntungan langsung tanpa perlu repot membangun branding sejak awal. Namun, Anda wajib memiliki modal yang cukup besar untuk membeli suatu brand. Jangan lupa untuk memastikan lokasi yang Anda pilih adalah lokasi yang strategis. 

Minimalisir Risiko Investasi, Jadi Muda-Mudi Cerdas! 

Untuk meminimalisir risiko investasi Anda, sebaiknya kalian pemuda tidak meletakkan seluruh dana pada satu produk investasi. Sewaktu muda ada baiknya jika Anda mengeksplor seluruh pola hingga menganalisa produk investasi mana saja yang mampu memberikan hasil yang tinggi. Jadi, sebar dana Anda pada berbagai instrumen juga pada beragam portfolio dan pastikan sudah mengetahui profil risiko Anda dalam melakukan investasi. Usahakan untuk tetap tenang dalam menghadapi risiko investasi yang kemungkinan akan terjadi. Usahakanlah untuk selalu memikirkan keuntungan jangka panjang agar Anda selalu memperhatikan potensi dan disiplin. Ingat untuk tidak perlu panik saat Anda melakukan investasi. Pilihlah instrumen investasi terbaik yang sesuai dengan kebutuhan dan keuangan Anda.

TaniFund adalah salah satu platform P2P lending yang mempertemukan para petani ataupun pengusaha dalam bidang agrikultur. Mari dukung para petani dan pengusaha untuk memajukan sektor pertanian dan menjadi lumbung pangan dunia di tahun 2045. Nikmati bagi hasil dengan para petani dengan bunga lebih dari 12%. Tunggu apalagi? Mulai dengan Rp 100.000,00 untuk berkontribusi pada pendanaan proyek budidaya & UMKM lokal